Raha, Koran Sultra – Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari pihak Kepolisan Resort Muna masuk di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna pada tanggal (03/7) terkait penembakan seorang Oknum Polisi berpangkat Brigadir terhadap seorang Warga Tampo yang berujung tewasnya pria yang diketahui sehari – harinya ini berprofesi sebagai pemancing.

Berdasarkan SPDP dari pihak polres Muna, Brpika AW dikena pasal berlapis 351 ayat 3 berbunyi penganiayaan yang menyebabkan matinya orang, dengan ancaman hukum 7 tahun penjara dan pasal 359 KUHP, kelalaian menyebakan matinya orang dengan ancam 5 tahun penjara.

” segera kami melakukan penelitian berkas perkara, apakah perkara sudah lengkap atau ada hal-hal yang perlu ditambahkan dan ditindak lanjuti sesuai aturan, “ujar Badrut Tamam. SH. MH. Kajari Muna, Kamis (6/7).
Dengan masuknya SPDP pihak kejaksaan akan menunjuk dua JPU untuk menangani perkara ini, karena masuk kategori perkara penting.

“kita belum masuk pada materi,berdasarkan peraturan, seharusnya pihak penyidik harusnya cepat masukkan berkas perkara, “paparnya.

Pihak, kejaksaan telah melakukan pemantauan terhadap pengembangan perakara yang dilakukan oleh ke polisian.
“kami membuka ruang konsultasi, guna mempercepat penangganan perkara ini, “tutupnya

Diketahui Oknum Polisi ini bernisial bripka Aw yang bertugas di Polsek Tampo, sedangkan korban La Ode Sihu (43) tinggal dikelurahan tampo kecamatan Napabalano. Tempat kejadian Perkara (TKP) jumat (15/6) didermaga Tampo Pada pukul 03. 00 wita.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY