Raha, Koran Sultra – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara memberikan tenggang waktu 10 hari kepada Kejaksaan Negeri Muna Pasca Eksposes Perkara di Kejaksaan Tinggi Sultra beberapa waktu lalu terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana DAK Senilai Rp. 200 Miliar di Muna.

Wal Hasil, dengan waktu yang diberikan Kejaksaan Muna akhirnya merampungkan pendalaman kasus dugaan korupsi DAK tahun 2015 senilai Rp 200 M ini.

Selama 2 pekan ini Kejari Muna sudah memeriksa sejumlah nama, diantaranya mantan Kabid Pengairan Dinas PU Muna Ady Mulya ST, kemudian Kabid Bina Marga PU Muna La Sanudi ST, MSi dan bendahara pengeluaran Dinas Pu Muna Rina, sudah diperiksa jaksa.

Kemudian mantan Kepala BLH Muna La Oba dan bendahara pengeluarannya, juga sudah diperiksa. Sebelumnya Kajari Muna juga memeriksa mantan Kepala Kasda Muna Idris Gafiuddin SE berulang kali.

” Waktu yang diberikan pada kita 10 hari untuk mendalami kasus ini. Namun karena para pihak yang kita panggil berada diluar daerah, maka kita menunggu sampai mereka pulang. Baru akhir pekan lalu pemeriksaan untuk mendalami kasus ini, rampung. Karena sudah rampung, kita akan melaporkan hasil pedalaman ini ke Kejati Sultra,” terang Kajari Muna Badrut Tamam. SH.MH, Rabu (7/6).

Orang nomor satu dijajaran Kejari Muna ini juga mengatakan bahwa malam ini ( Rabu red), tim penyelidik Kejari Muna akan bertolak ke Kendari.

” Malam ini kita berangkat ke Kendari, untuk melapor hasil pendalaman kita tekait kasus DAK Muna;” tambah Kajari Muna ini.

Ketika disinggung apakah kasus ini akan segera naik kepenyidikan, Kajari yang akrab dengan para wartawan di Muna ini cuma tersenyum.

” Inikan bulan puasa, kita hormati mereka mereka yang diduga terlibat kasus ini. Apalagi kasus inikan diduga melibatkan banyak pihak. Pelan pelanlah, kita laporkan dulu pimpinan,” pungkas Kajari Muna ini.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY