Ilustrasi aksi protes kekerasan terhadap jurnalis
Ilustrasi aksi protes kekerasan terhadap jurnalis

RAHA, KORAN SULTRA– Kepolisian Resort (Polres) Muna dalam waktu dekat bakal mengelar perkara atas dugaan kekerasan terhadap Jurnalis saat melakukan peliputan dugaan pungli di RSUD Muna.

Rencananya, kasus yang ditangani Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Muna itu, bakal digelar perkara di Mapolda Sultra, demi melengkapi bukti-bukti perkara.

Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Fitrayadi, mengatakan, Polda Sultra dipilih sebagai tempat gelar perkara kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi di RSUD Muna beberapa pekan lalu, lantaran lokasi tersebut sangat relevan untuk menangni kasus tersebut.

“Kebetulan ada beberapa perkara lain yang bakal digelar di Polda. Untuk itu, sekalian laporan kekerasan terhadap jurnalis yang dilaporkan oleh Ahmad, sekalian kami gelar disana,” ujar Fitrayadi pada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Senin (10/4).

Saat ini kata Fitrayadi, pihaknya masih menunggu informasi dari Polda Sultra, terkait balasan surat yang ia kirim pada, Jumat (7/4) pekan lalu.

“Hari Jumat, hari Sabtukan libur, mungkin hari ini (Senin, 10/4 Red) suratnya tiba ke meja pimpinan,” katanya.

Namaun pihak reskrim saat ini kata dia, belum dapat menentukan tersangkanya. Sebab,kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Kita gelar perkara dulu untuk menetukan tersangka. Kalau ada bukti, maka dinaikan ke tingkat kepenyidikan. Jadi, tidak serta merta orang ditetapkan sebagai tersangka,” terangnya.

Hal senada juga diucapkan Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta, kata dia, hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari pihak Polda Sultra.

“Iya, kita minta ke Polda. Nanti tunggu jawaban Polda, baru kita ajukan,” jelasnya.

Ketua Divisi Advokasi AJI Kendari La Ode Pandi Sartiman, berharap, gelar perkara kekerasan terhadap Jurnalis di Muna itu dapat berjalan sesuai koridor hukum. Karena aksi yang dilakukan oleh oknum ASN RSUD Muna tersebut dianggap sangat membahayakan kebebasan dan kemerdekaan pers.

“Harus ada kejujuran dari semua pihak dalam penanganan perkara ini. Sebab, tindakan pelaku bisa membahayakan kebebasan dan kemerdekaan pers,” tegas Pandi.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY