Kajari Muna Badrut Tamam. SH. MH
Kajari Muna Badrut Tamam. SH. MH

RAHA, KORAN SULTRA– Pemangilan surat pertama kepala Cabang BNI Raha, mangkir namun pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna segera layangkan surat pangilan kedua.

Kejari Muna melakukan pendalaman kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus DAK tahun 2015, sebesar Rp. 200 Myliar. Dalam pemeriksaan tersebut yang dilayangkan surat kepala cabang BRI Muchammad Rizal
dan kepala cabag BPD Raha, Agus Saleh Hidayat, hadir dalam pemeriksaan, kecual kepala cabang BNI Raha.. mangir dari pangilan.

“Kita layangkan surat kedua, kepala BNI, untuk melakukan pemeriksaan, terkait dana DAK,” ujar Kajari Muna Badrut Tamam SH MH, Jumat (31/3).

Pihak bank diperiksa terkait suku bunga dana DAK yang di deposito.
dilakukan terkait pembayaran DAK melewati lintas tahun anggaran, serta beberapa kali Pemda Muna, mendepositkan uang kas daerah ke rekening bank-bank cabang di Raha.

“Jangan sampai proyek itu terhambat karena kegiatan tersebut,” katanya.

Menurutnya, Suku bunga itu ada ketentuanya dan tidak boleh melebihi suku bunga Bang Indonesia (BI) dari 7 persen. Sementara dana tersebut, sewaktu-waktu bisa ditarik,oleh Pemda Muna tanpa dikenakan biaya.

“Pendapatan dari deposito itu harus masuk dalam pendapatan daerah dan disampaikan pertangung jawaban keuanganya,” jelasnya.

Kejari Muna, melihat kasus ini ada indikasi pihak tertentu mengambil dari keuntungan deposito. “Saya melihat tidak hanya dana DAK yang dideposito,” katanya.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY