Prosesi Pelantikan Sejumlah Kepala Sekolah di Koltim Foto: Dekri Koran Sultra
Prosesi Pelantikan Sejumlah Kepala Sekolah di Koltim Foto: Dekri Koran Sultra

TIRAWUTA, KORAN SULTRA– Sebanyak 97 pejabat kepala sekolah di lingkup pemerintah daerah Kolaka Timur (Koltim), Selasa (31/1) dikukuhkan. Pengukuhan kepala sekolah TK dan SD ini, dilaksanakan usai pelantikan 150 pejabat eselon II dan III jadi total keseluruhan mencapai 247 pejabat.

Dalam sambutannya, Bupati Koltim, Tony Herbiansyah mengatakan dalam dinamika pemerintahan persoalan mutasi merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dipertentangkan karena ini merupakan kewenangan pimpinan secara utuh.

Menurut Tony, pelantikan ini merupakan hal biasa dan tidak perlu melawan atasan. “Saat ini ada 7 kepala sekolah hingga saat ini belum jelas statusnya karena melawan pimpinan. Bahkan ada satu guru yang belum rampung statusnya sehingga membawa kasusnya sampai melapor ke Ombudsman bahkan rencananya ini akan melapor ke BKN,” cetusnya.

Seharusnya menurut Tony, seorang guru merupakan pionir dalam menjadikan siswa sebagai penerus yang produktif untuk kemajuan daerah. Jika hal ini dirusak dengan pembangkangan terhadap instruksi pemimpin maka yang rusak itu, adalah anak didiknya.

Selain itu, berdasarkan surat edaran sholat berjamaah di masjid yang berlaku bagi seluruh masyarakat Koltim termasuk guru harus mengamalkan kepada seluruh siswa siswinya agar menjadi siswa berprestasi. “Jika guru tidak mengamalkan agama maka akan mempengaruhi pola mengajar dan juga mengajarkan anak yang malas beribadah,”cetusnya.

Selain itu, guru merupakan teladan dalam satu komunitas di suatu daerah. di Koltim sudah ada Perpustakaan daerah yang menyediakan sekitar 3 ribu judul buku yang disediakan mulai dari pendidikan sosial, budaya dan agama. “Ini merupakan upaya kita untuk meningkatkan pendidikan di Koltim. Jika buku ini bisa dimanfaatkan akan berdampak positif dan meningkatkan minat baca generasi didik,” katanya.

Padahal, berdasarkan porsi anggaran APBD akan diporsikan disektor pendidikan sebesar 20 persen. Jadi peningkatkan mutu guru harus selalu digenjot. “Saya tidak mau dengar ada guru mengajar didepan kelas tapi membaca teks. Ini merupakan guru yang tidak berkualitas. Jika dalam memberikan materi menggunakan cara seperti ini, maka kemampuan dan daya tangkap setiap siswa akan rendah sehingga menurunkan angka produktivitas di tingkat menengah kedepan bahkan di perguruan tinggi,” katanya.

Selain itu, dirinya menegaskan di Koltim tidak boleh ada lagi pungli. “Jika saya melihat sekitar 80 persen rentan terjadi pada guru. Sekarang sudah terbentuk cyber pungli,” katanya.

Namun, secara umum dirinya menginginkan seluruh guru terpencil di Koltim harus memperoleh dana daerah terpencil (Dacil) . “Jika ada potongan lapor ke saya. Saya ingin guru ini menjadi prioritas semua guru tahun ini harus memperoleh dana dalil,” jelasnya.

Kontributor : Dekri
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY