Kantor UPTD Pendidikan Nasional yang seringkali dijadikan tempat Maksiat Foto: Fhyan
Kantor UPTD Pendidikan Nasional yang seringkali dijadikan tempat Maksiat Foto: Fhyan

LASUSUA, KORAN SULTRA– Nasib gedung Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, kondisinya memprihatinkan. Terletak sangat strategis yaitu depan jalan trans sulawesi, namun keadaannya sungguh jauh dari yang dibayangkan dari nama gedung itu sendiri.

Di papan bagian depan gedung, nama UPTD Pendidikan Nasional terpampang jelas. Entah sejak kapan bangunan itu ada, dan berhenti difungsikan. Yang pasti jika dilihat dari depan, kantor itu tentu sudah menelan anggaran yang lumayan besar.

Idealnya, fasilistas negara seperti kantor seharusnya menjadi perhatian dan digunakan dengan baik, sehingga anggaran yang cukup lumayan besar tidak menjadi mubasir.

Dari keterangan sejumlah tetangga bangunan, kantor itu sudah cukup lama tidak digunakan. Bahkan, bangunan itu seringkali dijadikan tempat maksiat dan tempat mengkonsumsi minuman keras. .

Kepala UPTD Pendidikan Nasional Saripuddin J, saat dikonfirmasi terkait kantor tersebut membenarkan jika kantor itu memang seringkali dijadikan tempat mangkal para pemuda, bahkan kantor itu seringkali digunakan untuk tempat maksiat.

”Saya sering menemukan kondom, celana dalam wanita, dan beberapa botol miras didalam ruangan serta halaman kantor itu,“ ungkap Saripuddin, Sabtu (1/4).

Kata Saripuddin, penempatan kantor tersebut memang jauh dari pusat keramaian, sehingga memungkinkan para pelaku maksiat tertarik untuk melakukan aktifitasnya di kantor itu. “Memang keadaanya sangat sepi, jau dari keramaian,” katanya.

Padahal kata dia pihak UPTD sudah membuat pagar besi, dan selalu mengunci semua pintu kantor namun, pelaku tersebut tak kehabisan ide untuk mencari cara bagaimana bisa tetap masuk ke dalam kantor tersebut,” Kami sudah berikan pengamanan berlapis, namun pelaku tetap saja masuk,” kesalnya.

Saripuddin mengakui jika dikantor tersebut kerap tidak ada aktifitas pegawai. Namun itu terjadi kata dia, dikarenakan fasilitas penunjang kenyamanan tidak memadai.

”lampunya saja tidak perna menyalah, Makanya pegawai UPTD jenuh untuk tinggal lama di kantor. Bahkan, kami biasa melakukan pelayanan diluar kantor dan dipinggir jalan,“ cetusnya.

Kami berharap pemerintah daerah yang menangani permasalahan tersebut, agar kiranya memperhatikan kondisi kantor UPTD Kecamatan Ngapa, demi menunjang kelancaran pelayananan yang ada di kantor UPTD,“ harap Saripuddin.

Kontributor : Fyan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY