Kasek memperlihatkan salah satu ruangan lantai dasar nampak amblas akibat tanah yg terus tergenang dan dinding dasar kerap ditambal karena rontok dan rapuh akibat air laut yg merendam sekolahnya
Kasek memperlihatkan salah satu ruangan lantai dasar nampak amblas akibat tanah yg terus tergenang dan dinding dasar kerap ditambal karena rontok dan rapuh akibat air laut yg merendam sekolahnya

Lasusua, Koran Sultra – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kodeoha tidak nyaman melakukan belajar mengajar, pasalnya sekolah ini selalu digenangi air laut. Apalagi saat moment tersebut bersamaan dengan kondisi hujan, ketinggian air bisa mencapai batas lutut orang dewasa menggenangi halaman sekolah yang mengakibatkan sejumlah dinding bangunan merapuh.

Saat mengunjungi lembaga pendidikan tersebut, Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 1 Kodeoha, Sarmin S.Pd, M.Pd menunjukkan sejumlah bangunan baik yang baru dan lama mengalami kropos pada bagian dinding dasar hingga beberapa kali dilakukan penambalan. Menurut dia, saat air pasang menggenangi halaman sekolahnya karena letaknya hanya puluhan meter saja dari pesisir. ” Sebenarnya sekolah ini butuh penimbunan. itu yang putih-putih karena air laut,” ujarnya sembari menunjuk halaman sekolah yang tidak bisa ditumbuhi rumput sama sekali.

Kata dia, untuk menanggulangi, ada parit darurat yang digali untuk menurunkan genangan debit air. Ia juga menunjukkan lantai perpustakaan sekolahnya yang hampir seisi ruang juga mengalami amblas turun sekitar lima centi meter. Ia berharap selain penimbunan juga diharapkan ada penggalian parit di sejumlah areal sekolah karena selokan di lingkungan perumahan di sana juga tidak dibenahi hingga imbasnya menggenangi lingkungan sekolah.

Syukur saja jika kejadian tersebut tidak bertepatan pada saat upacara sekolah karena hanya ada dua pilihan apakah digelar dimana para siswa harus berendam kaki dan membuka sepatunya ataukah seremonial peringatan itu tidak digelar. Diungkapkan, luas seluruh areal lingkungan sekolah diperkirakan panjang 70×220 an meter.

“Kami takutnya kalau terus begini dinding dasar sekolah rapih dan mudah saja ambruk karena kita tahu efek air laut dengan bangunan karena ini dibangun tidak berdasarkan ukuran dengan campuran yang memang diperuntukkan untuk tahan di air laut. Saya harap ada bantuan timbunan karena kami tidak punya dana untuk itu. Apalagi untuk menanam pohon pelindung saja tidak bisa tumbuh karena pengaruh air laut yang menggenam,” ujarnya

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY