Ilustrasi Pengrusakan kaca Dok: Desigen Koran Sultra

LASUSUA, KORAN SULTRA– Kesal dengan pemadaman listrik yang dilakukan pihak petugas PLN setiap harinya, sekelompok warga lempar kantor PLN unit Lahabaru, yang ada di Desa Samaturu, Kecamatan Watunohu, Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara, Minggu (28/05) malam.

Akibatnya, sejumlah jendela kaca kantor jadi pecah, dan tembok kantor terkelupas akibat hantaman batu. Tidak hanya melempar kantor, warga juga mencabut papan nama Kantor PLN tersebut lantaran kesal terhadap pemadaman lampu.

Kapolsek Ngapa Ipda Adianto SH, membenarkan kejadian tersebut. Kata dia kronologis kejadiannya, berawal kantor PLN tersebut didatangi seorang Anggota DPRD Kolut Herianto, Minggu (28/05) malam. Guna mempertanyakan penyebab seringnya pemadaman lampu setiap harinya pada petugas PLN.

” Namun pihak petugas PLN beralasan pemadaman dilakukan akibat kerusakan mesin pembangkit listrik. Mendapat jawaban dari pihak PLN, anggota DPRD ini pulang meninggalkan kantor tersebut,” Katanya.

Tidak lama kemudian kata dia, datang sekelompok warga dengan mengendarai sepeda motor dan langsung melempari kantor PLN dengan batu. Bahkan sekelompok tersebut sempat mengancam jika akan membakar kantor PLN Lahabaru ini.

”Dengan kejadian itersebut, pihak PLN melaporkan kepolsek Ngapa dengan nomor Laporan (LP) /09/V/2017/Sultra/Res Kolut/Sek Ngapa. Dengan laporan, empat kaca jendela pecah, tembok terkelupas akibat lemparan batu dan Papan Nama Kantor BUMN ini dicabut,” ungkap Adianto satu balok dipundak ini.

Dilanjutkannya, Saat anggota Polsek Ngapa tiba di TKP, Pelaku sudah melarikan diri. ”Saai ini ada dua pelaku yang dikenali dan siap menyerahkan diri. Dua pelaku yang akan menyerahkan diri yakni Bobby dan Essa,” bebernya.

Kata dia saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. ”Secepatnya diproses dan kami upayakan secepatnya menangkap dua pelaku tersebut. Pelaku akan dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara,” tegasnya.

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY