Kolaka, Koran Sultra – Menjamurnya perusahaan pembiayaan yang ada di kabupaten kolaka, yang menawarkan variasi uang muka serta bonus dan diskon agar calon konsumen memiliki ketertarikan untuk membeli kendaraan dengan cara kredit.

Cukup dengan memiliki uang muka sekitar 3 hingga 4 juta rupiah, masyarakat dapat memiliki kendaraan roda dua alias motor, dan 20 hingga 25 juta, untuk roda empat, dengan berbagai diskon atau bonus.

Menurut Haeruddin ketua Lsm Pekat Kolaka saat di temui di kediamannya Sabtu (8/7) mengatakan akibat banyaknya perusahaan pembiayaan yang menawarkan DP / uang muka rendah dengan berbagai diskon, mengakibatkan masyarakat berbondong- bondong untuk memiliki kendaraan baru tanpa memikirkan cicilan yang tinggi.

Sementara Bank Indonesia mengeluarkan Surat Edaran No. 15/40/DKMP tanggal 23 September 2013 yang mengatur tentang syarat uang muka/DP kendaraan bermotor melalui bank minimal adalah 25% untuk roda 2 dan 30% untuk kendaraan roda 3 atau lebih serta tujuan nonproduktif, kemudian 20% utk roda 3 atau lebih untuk keperluan produktif,kata haeruddin

Haeruddin menjelaskan jika masyarakat kolaka, tidak sedikit yang memiliki masalah dengan pembiayaan terkait cicilan kendaraan, pasalnya masyarakat yang kredit macet, pihak pembiayaan terkadang langsung melakukan penarikan tanpa sesuai aturan yang ada, jelasnya

Sementara sambung haruddin jika Kementerian Keuangan telah mengeluarkan peraturan yang melarang leasing atau perusahaan pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang macet cicilan, hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan yg dikeluarkan tanggal 7 Oktober 2012.tuturnya

Lebih jelasnya haeruddin menjelaskan jika pihak leasing/ pembiayaan wajib mendaftarkan setiap transaksi kredit di depan notaris atas perjanjian fidusia,

” Jadi perjanjian fidusia ini melindungi aset konsumen, leasing tidak bisa serta merta menarik kendaraan gagal bayar karna dengan perjanjian fidusia, alur yang seharusnya terjadi adalah pihak leasing melaporkan ke pengadilan”

Sehingga lanjut dudi kasus akan disidangkan kemudian pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan dan kendaraan akan dilelang oleh pengadilan dan uang hasil penjualan kendaraan melalui lelang tersebut akan digunakan untuk membayar utang kredit konsumen ke perusahaan leasing, lalu uang sisanya akan diberikan kepada konsumen jelasnya

Oleh itu jika kolektor membawa sepucuk surat fidusia (yang ternyata adalah palsu) dapat di proses hukum, pihak leasing akan didenda minimal Rp 1,5 milyar, Tindakan Leasing melalui Debt Collector/Mata elang yang mengambil secara paksa kendaraan dirumah, merupakan tindak pidana Pencurian.

Jika pengambilan dilakukan dijalan, merupakan tindak pidana Perampasan.
Mereka bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3 & 4, himbau haeruddin

Kontributor : A.Hendra
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY