Lasusua, Koran Sultra – Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tidak ikut lomba Festival Seni Qasidah skala besar I tingkat Sulawesi Tenggara tahun 2017 yang dilaksanakan di Kabupaten Kolaka Utara. Rabu malam (10/05/2017).

Pembukaan Festival Seni Qasidah berskala besar pertama ditandai pemukulan gong oleh Sekda Provensi DR Lukman Abunawas mewakili Gubarnur Sultra Nur Alam disusul Bupati Kolaka Utara Rusda Mahmud didampingi Ketua Lasqi Sultra Hj. Masyura Illa Adamay dan Kakemenag Kolaka Utara H. Haharuddin diAlaun – Alun Lasusua desa Ponggiha Kecamatan lasusua Kolaka Utara.

Bupati Kolut Rusda Mahmud dalam sambutanya mengatakan, salam cinta Lasqi. Dikolaka Utara ada budaya salam Persatuan “Kita Kuat Karena Kita Bersatu” dan salam Pembangunan “Sultra Cepat pada orang yang tepat”.
“ Kegiatan ini salah satu upaya pengembangan seni budaya musik islam dan meniptakan sumber daya manusia yang sangat mulia serta berkeperibadian yang luhur, hal ini sejalan dengan visi misi kolaka utara yakni terwujudnya kolaka utara yang religius maju berbasis agrobisnis” katanya
Kami berharap, Lanjutnya. dengan festival ini akan melahirkan qasidawan dan qasidawati yang berprestasi sekaligus uji coba untuk persiapan qasida ditingkat nasional.
“ Mari kita membangun toleransi dan kebersamaan antara sesama umat manusia dimuka bumi ini agar kita kuat karena kita bersatu dapat diwujudkan di Provensi Sulawesi Tenggara” tuturnya.

Ketua Lasqi Hj. Masyura Illah Adamay, saya sangat mengapresiasi kepada pemerintah Kolaka Utara yang telah menerima penyelenggaraan festival seni qasidah berskala besar pertama sesultra. Slogan sultra cepat pada orang yang tepat tentu yang kita harus laksanakan pekerjaan yang lebih baik .

“ Kami berharap Partisipasi seluruh pencinta qasida yang berada di sultra dan bentuk kerja sama disemua tingkatan mulai tingkat Propinsi, Kabupaten dan kota dapat melestarikan seni qasidah sampai kelapisan masyarakat dipelosok desa” katanya

Sekda Provensi DR Lukman Abunawas mewakili Gubernur Sultra Nur Alam sebelum membacakan sambutanya mengatakan slogan Kolut Kita Kuat karena karena Kita Bersatu sudah baik tetapi lebih lengkap lagi kalau dalam tindakan kita dengan lugas dan amanah, katanya

Dengan semangat dan kesungguhan yang baik mengsukseskan festival seni Qasidah berskala besar pertama tingkat sultra ini, akan sukses dan berjalan dengan baik, sambungnya.
“ Kami juga apresiasi kepada pemerintah kabupaten Kolut yang sukses dan mampu menorehkan sejarah pertama penyelenggaraan festival qasidahpertama berskala besar tingkat Sultra sebagai kabupaten percontohan bagi kabupaten lainnya. Dan tahun 2018 kabupaten Kolut juga akan menyelenggarakan pekan Olah raga Daerah (Porda) tingkat provensi dengan sarana dan Prasarana sudah siap” tutur Lukman Abunawas.

“saya secara pribadi sangat apresiasi dengan karya-karya nyata adinda saya Rusda Mahmud,” ujarnya

Budaya seni Qasidah saat ini kurang terealisasikan dalam kehidupan bermasyarakat , ini akibat pengaruh budaya modern dan global menjadi salah satu faktor penyebab surutnya minat masyarakat dengan seni budaya Islam.

Dengan seni budaya Islam ini, kami berharap menumbuh kembangkan minat masyarakat terhadap pengembangan seni budaya Islam khususnya seni Qasida rabbana mampu menghadirkan suasana Religi dan penguatan implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

lomba yang dilaksanakan selama lima hari yang diikuti 897 peserta dari 17 kabupaten dan kota seSulawesi tenggara, empat lomba yang dipertandingkan antaranya lomba, qasidah rabbana klasik dan bintang vokalis tingkat anak-anak dan dewasa.

Piala bergilir yang dipegang Kabupaten bau-bau diserahkan kembali Kabupaten Kolaka Utara untuk diperebutkan. akhir pembukaan di gelar tari qalbidat dari sanggar seni syuhada.

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY