Kantor Koperasi Mina Bahari, foto : Hamdan
Kantor Koperasi Mina Bahari, foto : Hamdan

Kolaka, Koran Sultra – Beberapa nasabah menuntut transparansi kinerja Koperasi Mina Bahari yang terletak di jalan Tinumbu Kel. Dawi-Dawi Kecamatan Pomalaa. Pada Selasa, lalu.

Menurut H. Jumas, Kepala Koperasi Mina Bahari, yang namanya suatu lembaga pasti ada dinamika, pro-kontra di dalamnya, hal itu tidak bisa dipungkiri, tapi sejauh ini bahkan juga UPTD sendiri akui bahwa koperasi unggulan se-Kabupaten Kolaka adalah Mina Bahari. Ungkapnya

“selama ini yang kami tahu bahwa koperasi ini merupakan koperasi yang dikenal baik di mata Kabupaten, maupun Provinsi apalagi itu masyarakat sekitar. Kecuali bagi nasabah yang bandel, kami maklumi saja karena mereka sebenarnya juga bukan orang lain melainkan keluarga sendiri yang menyebarkan desas-desus itu.” Lanjutnya saat ditemui koran sultra, baru baru ini.

Pertimbangannya, kalau kami mau berfikir bodoh dan dianggap kami tidak punya tanggung jawab secara moral, ya kita matikan saja ini koperasi tidak ada masalah, cuman hal itu akan menjadi beban moral bagi kami. Ucapnya

Menanggapi soal isu bahwa kepengurusan kami sudah lebih dari 10 Tahun, bagi kami itu hal yang lumrah terjadi, di Jawa saja ada yang sampai 20 tahun. Intinya sepanjang lembaga itu bagus, kenapa itu mau dipermasalahkan kami sudah di amanatkan oleh Pusat. Tutur H. Jumas

“Koperasi Mina Bahari merupakan satu-satunya koperasi unggulan, pada khususnya koperasi yang ada di Kecamatan Pomalaa, Kab. Kolaka.” Ujar Agus Sekdis Perikanan saat ditemui di ruang kerjanya.

Hal senada diungkapkan kepala UPTD Koperasi Pomalaa, A. Rauf Musa, pihaknya akan menindak lanjuti soal isu-isu tersebut, tapi pada dasarnya selama ini koperasi Mina Bahari memang ada indikasi bahwa koperasi tersebut mungkin saja sudah menjadi milik pribadi, namun hal itu tergantung dari internal mereka sebagai pengurus. Ujarnya saat ditemui di ruangannya senin.

Lain halnya dengan Rahman, salah satu toko masyarakat Dawi-Dawi mengatakan bahwa dirinya kerap didatangi oleh masyarakat yang notabenenya sebagai nasabah koperasi Mina Bahari yang diakui sering kali menunggak, beberapa dari nasabah mengeluh bunga tunggakan, maupun status lokasi yang ditempati sebagai kantor koperasi. Pasalnya, kantor koperasi adalah milik nasabah. Ungkapnya saat ditemui awak media kamis lalu.

Mendengar hal tersebut H. Jumas merasa legowo dengan hal itu, menurutnya, mereka ini tidak tahu bagaimana kronologisnya ini lokasi, kami ada bukti-bukti baik kwitansi maupun bukti pengalihan hak demikian juga harga sebidang tanah yang dimiliki Arif hingga sekarang kami tempati sebagai kantor. Jelasnya sambil menunjukkan bukti-buktinya kepada awak media Koran Sultra.

Kontributor : Hamdan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY