Puluhan Masyarakat ini melakukan Aksi Protes atas pemutusan yang dianggap "sewenang - wenang" oleh Pihak PLN, foto : Kasran
Puluhan Masyarakat ini melakukan Aksi Protes atas pemutusan yang dianggap “sewenang – wenang” oleh Pihak PLN, foto : Kasran

Andoolo, Koran Sultra – Tak Terima Aliran Listrik di Putus, Puluhan masyarakat Andoolo kecamatan Andoolo (Konsel) berbondong-bondong mendatangi kantor Perusahaan listrik Negara (PLN) rayon konsel selasa malam (8/17) sekitar pukul 21:00 Wita.

Puluhan Massa ini melakukan aksi protes kepada PLN akibat dari penyegelan berujung pemutusan (KWH) yang dilakukan dengan cara sepihak tanpa adanya pemberitahuan kepada warga.

Faisal (35) salah satu warga Andoolo mengatakan, kedatangan kami malam ini tak lain sebagai ungkapan rasa kekecewaan masyarakat dari kinerja PLN yang dianggap melaksanakan tugas tidak sesuai ketentuan dengan merampas hak kami.

Penyegelan PLN2
” saya pribadi sanggat kecewa, makanya ini malam kami datang menanyakan langsung kepada pimpinanya, kenapa ada penyegelan (KWH) yang dilakukan petugas lapangnya tanpa ada konfirmasih” ungkap Faisal.

Kata Faisal, kejadian ini bukan saja untuk kali ini namun, sudah yang kesekian kalinya petugas PLN memutus aliran listrik warga tanpa ada pemberitahuan.

” ini kan tidak dibenarkan lagi kejadian seperti ini, jika memang ada keterlambatan dalam pembayaran listrik, petugas kan bisa melayangkan surat pemberitahuan tapi ini tidak,” katanya dengan nada kesal.

Ditambahkanya, puncak luapan kekesalan warga ketika petugas PLN memutus aliran listrik salah satu warga yang tengah melakukan acara (Tahlilan) pelepasan Almarhum tetangga kami, tanpa adanya pemberitahuan kepada pemilik rumah, akan tetapi dengan gagahnya pegawai PLN itu lagsung main putus.

” ini perbuatan tidak terpuji dan tidak mempunyai kebijakan serta penghargaan kepada masyarakat yang masih dalam suasan duka,” cetusnya.

Menaggapi hal tersebut, meneger PLN Rayon andoolo, Aliun saat menemui warga mengatakan, pihaknya tidak mengetahui pasti jika ada pemutusan listrik warga pada hari itu.

” saya kurang tau pasti, karena itu dilakukan oleh petugas lapangan dan saya janji besok saya akan evaluasi kinerja petugas lapangan,” ungkapnya singkat.

Hal tersebut juga ditambahkan salah satu pegawai PLN yang berada, pemutusan atau penyegelan (KWH) adalah hak dari pihak PLN.

” pemutusan atau penyegelan itu, jika memang ada keterlambatan pembayaran oleh masyarakat PLN berhak melakukanya,” tambahnya.

Kontributor : Kasran
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY