Raha, Koran Sultra – Kasus dugaan korupsi cetak sawah tahun 2013 lalu di Kabupaten Muna yang menelan anggaran Rp 500 juta, yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) ini, sudah memasuki tahap dua yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti, dari Kejati Sultra ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna bulan April 2017 lalu.

Namun dari 3 orang tersangka yang tersandung Kasus ini yaitu La Hafuna yang bertindak selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) proyek ini dan Larekesi yang berhasil dtahap duakan waktu itu, sedangkan tersangka La Ode Aziz Jul Jabar alias Acil mangkir dan gagal ditahap duakan.

Walhasil, Rabu ( 31/5) pukul 18.20, Acil berhasil “dijemput” tim penyidik Kejati Sultra dan JPU dari Kejari Muna di kapal cepat, di Pelabuhan Kendari. ” Tersangka La Ode Aziz Jul Jabar alias Acil sudah kita jemput Rabu (31/5) di Kapal cepat, di Pelabuhan Kendari. Tersangka langsung kita tahan,” kata Kajari Muna Badrut Tamam SH MH pada koran ini via ponselnya Rabu (31/5) pukul 21.10.

Kata Kajari Muna ini sebelum ditahan, tersangka sudah diperiksa kesehatannya di Kejati Sultra.” Kata pengacaranya Acil memang mau ke Kejati. Tetapi tersangka kita tunggu dari beberapa hari ini tidak datang juga. Akhirnya hari ini kita dapat info tetsangka ada sebuah kapal cepat, menuju Kendari dan akhirnya kita jemput ” pungkas Pak BT sapaan akrab Kajari Muna ini

Ketiga tersangka ini diduga melakukan tindak pidana korupsi cetak sawah seluas 50 hektare di Desa Nihi tahun 2013. Setiap hektare sawah anggarannya Rp 10 juta, dengan total anggaran Rp 500 juta.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY