Oleh:Suprianto S. Pd


APA ITU LITERASI

Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Secara bahasa, Literasi adalah keberaksaran, yaitu kemampuan menulis dan membaca. Kemampuan ini juga mencakup Melek visual yaitu kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (video/gambar) – (www.komunikasipraktis.com)

Berangkat dari dasar pemikiran di atas maka dapat dipahami bahwa Literasi adalah kemampuan dasar yang sangat penting untuk dikuasai oleh setiap orang. Pada konteks Kelas, kemampuan ini ikut menentukan berkembangnya kemampuan lainnya pada seorang anak. Pada prinsipnya, seorang anak dengan kemampuan membaca dan menulis yang baik akan mendukung upayanya dalam mengeksplorasi kemampuannya di bidang lain. Sebab, dengan kemampuan ini si anak akan mudah beradaptasi dengan berbagai referensi belajar serta memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan dan  bakat yang dimilikinya. 

Keberadaan media sebagai bagian dari alat bantu literasi tentunya sama pentingnya dengan kesadaran atas literasi itu sendiri. Mengingat bahwa masyarakat dewasa ini (termasuk anak-anak usia sekolah menengah) memiliki ketertarikan yang sangat tinggi terhadap media. Media literasi disini tentunya adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan media belajar dan pembelajaran. Media Belajar merupakan alat bantu yang tujuannya secara teknis digunakan untuk mempelajari sesuatu. Sedangkan Media Pembelajaran lebih kepada alat bantu yang digunakan untuk mengajarkan sesuatu. Keterkaitannya adalah kedua media ini wajib menjembatani dan memenuhi kebutuhan siswa dalam memahami konteks pengetahuan dari segi manfaat dalam dunia yang modern; yaitu sistem peradaban yang praktis dan dapat diaplikasikan tidak hanya di sekolah namun juga di luar sekolah sebagai bagian dari upaya untuk mendukung masa depan siswa yang lebih baik.

LITERASI MEDIA

Literasi Media adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis dan mendekonstruksi pencitraan media. Kemampuan untuk melakukan hal ini ditujukan agar pemirsa sebagai konsumen media (termasuk anak-anak) menjadi sadar (melek) tentang cara media dikonstruksi (dibuat) dan diakses. – (http://id.m.wiwkipedia.org/ wiki/Literasi_Media)

Berdasarkan pemikiran di atas, dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang sangat penting dalam mendorong kemampuan siswa untuk memahami dan menganalisis ide serta mampu mendekonstruksi pencitraan media tersebut sebagai alat bantu literasi yang sangat efektif dan efisien

Membudayakan literasi pada anak sekolah menengah bukanlah hal mudah. Apalagi saat ini kita berada di tengah hegemoni jaringan sosial yang sangat luas dan varian. Kemampuan baca tulis tidak serta merta dapat menggiring paradigma siswa untuk memahami ide dan konsep pengetahuan. Olehnya terminologi “membudayakan literasi” di kalangan siswa di dalam kelas semestinya dilaksanakan sekreatif mungkin agar siswa dapat menggali potensi diri demi masa depan yang lebih cerah.

Tehnik dan strategi pembelajaran adalah awal dari proses pembiasaan tersebut. Mengenalkan para siswa tentang Literasi seharusnya melalui cara yang lebih kreatif, menarik dan kompetitif. Mengingat usia sekolah menengah adalah usia dimana “rasa ingin tahu” sangat dominan. Siswa cenderung meniru apa yang telah ada dan terkadang enggan mengembangkan pola baru. Terkecuali jika kita memberikan tantangan, namun tetap menyediakan jalur yang sesuai dengan konsep pengetahuan yang sedang diajarkan. Jiwa kompetitif para siswa bisa menjadi pintu masuk untuk medorong budaya literasi ke dalam pribadi siswa. 

Ada beberapa kegiatan kelas yang dapat dilaksanakan untuk mengawali dan membudayakan literasi di dalam kelas;

Program Life Mapping

Life mapping adalah visualisasi masa depan seorang anak dalam jangka waktu yang telah direncanakan sesuai dengan cita-citanya di masa yang akan datang. Visualisasi ini berupa potongan-potang gambar yang mengilustrasikan apa-apa yang mereka akan kerjakan sebagai bagian dari rencana seorang anak dalam meraih kesuksesan di masa depan. Gambar tersebut dapat diperoleh dengan menyalin gambar yang tersedia di website internet dan memindahkannya dalam sebuah lembaran poster besar. Gambar-gambar tersebut ditempel berurutan sesuai waktu / tahun perkiraan kapan siswa tersebut akan mewujudkannya. Jika seorang siswa akan bercita-cita akan menjadi seorang dokter maka peta kehidupan yang akan dibuat akan memuat sejumlah gambar proyeksi aktivitas yang akan mengarahkan dia pada cita-citanya sebagai seorang Dokter. Dimulai dari dia menyelesaikan studi di sekolah menengah, lanjut ke perguruan tinggi hingga menjadi seorang dokter. Disela-sela visualisasi itu, akan bermunculan cita-cita lain seperti travelling ke satu atau ke beberapa tempat menarik, bekerja, melanjutkan study, mengikuti kursus, menikah, memiliki anak, naik haji ke tanah Suci bahkan hingga kapan harus memiliki rumah dan mobil mewah, serta hal-hal lain yang dikehendaki untuk dimiliki di masa yang akan datang. Setiap gambar dilengkapi dengan deskripsi dan tahun (waktu) yang direncanakan oleh si siswa untuk direalisasikan. 

Aktifitas tersebut di atas sangatlah menarik. Sebab ide datang dari pemikiran si siswa secara bebas dan mandiri, maka siswa juga akan berfikir jernih tentang apa yang sebenarnya ia inginkan di masa depan. Hal ini akan memberi semangat bagi setiap siswa untuk mencapai cita-citanya sesuai dengan apa yang telah ia visualisasikan dalam poster life mapping tersebut. Gambar ini menjadi cerita kehidupannya di masa yang akan datang. Dengan melihat dan membaca ini, para siswa memperolah kesadaran yang sangat tinggi tentang pentingnya menata diri mulai saat ini agar cita-citanya tercapai. Selain itu pemahaman terhadap konsep dan ide tentang masa depan serta apa yang harus dipersiapkan dapat dipahami melalui poster life mapping yang telah ia desain sendiri tanpa campur tangan orang lain.

Majalah Dinding (Mading) Kelas

Majalah dinding (Mading) kelas pada dasarnya sama dengan Mading pada umum nya. Perbedaanya terletak pada kontent atau muatan yang ada pada mading tersebut. Di mading ini siswa menuangkan kreatifitasnya secara terarah. Siswa menemukan informasi baru baik berupa sains, agama, tips, maupun pengetahuan umum untuk dibagi bersama kawan-kawan sekelasnya. Karena ketertarikan dan kecenderungan siswa yang berbeda dengan orang dewasa, maka informasi tersebut merupakan jawaban atas rasa ingin tahu mereka tentang dunia dan segala perkembangannya. Tidak jarang isi mading itu berupa tips bagaimana menghadapi persoalan remaja dewasa ini pada umumnya. Sehingga ini menambah khasanah pengetahuan siswa. Menulis dan membaca menjadi hal yang semakin sering dilakukan setiap hari demi memperkaya dan memperbaharui informasi di antara mereka agar tidak tertinggal dari dunia pergaulan mereka sendiri.

Search And Find Program (Program Mencari dan Menemukan)

Search and find program merupakan kegiatan belajar yang dikelola secara digital atau melalui media elektronik dan terkoneksi secara daring (on-line) via e-mail masing-masing siswa. Siswa akan memperoleh tugas mingguan untuk mencari dan menemukan artikel-artikel di Internet sesuai tema dan pokok bahasan untuk dipelajari dan disampaikan di depan kelas secara berkelompok. Resume artikel akan dikirimkan kembali ke email guru untuk dievaluasi. Kegiatan ini sangat praktis dan dapat dilakukan oleh hampir semua siswa sebab mereka sangat akrab dengan dunia internet. Mereka juga wajib membaca artikel secara keseluruhan untuk menguasai isi guna dipresentasikan di depan kelas. Melalui kegiatan ini mereka akan menemukan sendiri informasi baru yang belum mereka ketahui sebelumnya. Meskipun terkesan Copy-Paste, namun aktivitas membaca dan menulis adalah hal yang wajib dilakukan. Dan dengan sendirinya, setiap siswa sebenarnya sedang membudayakan literasi dalam belajar tanpa mengurangi ketertarikannya terhadap dunia Internet

Scientific Poster (Poster Ilmiah)

Kegiatan ini merupakan kegiatan pengamatan dan penelitian sederhana yang dilakukan oleh siswa dalam menemukan fakta lapangan terhadap sebuah gejala alam atau gejala sosial yang sedang terjadi di lingkungannya. Dalam pembelajaran ini, siswa secara berkelompok akan terjun langsung ke sumber referensi belajar untuk mengamati dan meneliti satu masalah dan menyampaikannya secara tertulis dalam bentuk poster di dalam kelas. Misalnya, siswa mendapatkan Tema Pemanasan Global dalam pelajarannya. Maka siswa akan mengunjungi salah satu tempat yang dianggap sebagai tempat yang terdampak pemanasan global. Disana siswa akan melakukan wawancara dengan masyarakat setempat, mengambil gambar kerusakan lingkungan serta keadaan lingkungan yang berkontribusi pada meningkatnya dampak pemanasan global; seperti tumpukan sampah dan atau lahan gundul akibat ulah manusia. Data ini ini akan dikonfirmasikan dengan hasil wawancara masyarakat serta informasi pendukung yang diperoleh melalui internet. Pada akhirnya siswa akan menuliskan laporan berupa poster yang memuat gambar yang telah di capture selama penelitian beserta deskripsi singkat mengenai gambar tersebut, disertai penjelasan mengenai sumber masalah dan gagasan yang harus dilakukan guna mengatasi masalah yang ditemukan.  Guna menarik minat baca, poster tersebut di lengkapi dengan dekorasi dan ornamen yang menarik agar terlihat indah dan kreatif

Membuat Profil

Profile merupakan tulisan singkat yang berisi uraian pendek yang menerangkan informasi rinci mengenani topic tertentu. Topic tersebut bisa merupakan sekolah, tempat umum maupun destinasi wisata lokal yang dekat dengan sekolah. Siswa akan menemukan informasi mengenai tempat yang sedang di kunjungi melalui wawancara dan data yang dikumpulkan untuk dimuat dalam profil tersebut. Tak lupa pula foto ikut serta disematkan dalam profil tersebut. Tujuannya adalah siswa nantinya memiliki kemampuan untuk menyusun informasi publikatif sesuai hasil pengamatan untuk diketahui oleh masyarakat sekolah dan menjadi bahan latihan dalam menulis profil singkat suatu tempat dengan kaidah penulisan yang baik. Pengetahuan yang diperolah para siswa menjadi lebih kompleks. Disamping siswa mengetahui tehnik dan metode dalam menulis profil, para siswa juga akan memperolah informasi faktual mengenai tempat yang mereka kunjungi. Selain itu Profil ini juga akan menjadi informasi rujukan yang dapat membantu pihak-pihak terkait dalam mengidentifikasi hal-hal yang perlu dibenahi dan mengembangkan potensi yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.

Pola pembelajaran diatas merupakan bentuk kreatifitas yang sangat baik untuk dikembangkan guna mendorong kebiasaan literasi di kalangan siswa di dalam kelas melalui proses pembelajaran. Penggunaan media belajar sebagai bagian dari proses pembelajaran sangat efektif dalam membiasakan literasi siswa di dalam kelas. Pembiasaan ini akhirnya akan terus berlangsung dari generasi ke generasi. Hasil yang telah ada akan menjadi referensi bagi generasi berikutnya untuk dievaluasi dan dikembangkan serta disempurnakan demi kepentingan dunia pendidikan di sekolah yang bersangkutan dan daerah pada umumnya.

Akhirnya, Literasi sebagai indikator kemajuan pendidikan dapat diperkenalkan dan diaplikasikan dengan mudah serta sederhana dikalangan siswa di dalam kelas. Jiwa kompetitif dan Rasa ingin tahu yang besar dapat diarahkan secara positif. Kegiatan yang variatif juga semakin meningkatkan ketertarikan siswa untuk mengenal dunia literasi dan memahami betapa besar manfaat yang ditimbulkan atas kebiasaan tersebut.

Sekian dan terimakasih
Semoga bermanfaat
Salam Literasi

Penulis adalah Ketua umum Ikatan Guru Indonesia kab kolaka dan Guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Tanggetada, Kec, Tanggetada, Kab. Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penulis Suprianto.S.Pd

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY