Miliaran Uang Negara di Muna Berhasil di Selamatkan

Raha, Koran Sultra – Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Muna kini dijabat oleh Badrut Tamam, SH. MH.

Dirinya ditugaskan untuk menakhodai Kejaksaan Muna sejak tanggal 29 bulan Maret 2016 lalu.
Terobosan demi terobosan dilakukan oleh Badrut Tamam dalam memimpin Kejaksaan Negeri Muna, walhasil pada tahun 2016 lalu dirinya dinobatkan sebagai Kepala Kejaksaan Terbaik se – Sulawesi Tenggara sebagai buah dari kerja kerasnya bersama jajarannya dalam mengawal penegakan Hukum di Lingkup Kabupaten Muna.

Miliaran Uang Negara berhasil diselamatkan pihak Kejaksaan Negeri Muna, untuk tahun 2016 saja Kejaksaan Negeri Muna berhasil menyelamatkan uang negara dari hasil tindak pidana korupsi, tindak pidana umum, lelang kendaraan dan sebagainya senilai Rp 3,5 M.

Sementara untuk di tahun 2017 ini terhitung sejak Januari hingga Juli ( 7 bulan red), Kejari Muna kembali berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 1,282 Miliar

Menurut Kajari Muna Badrut Tamam SH MH, uang negara ini berasal dari kasus tindak pidana korupsi dan sitaan baik perkara korupsi yang masih dalam proses penyelesaian dan masih dalam persidangan. ” Kurun waktu 7 bulan ini, Kejari Muna berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 1,282 M.

Rinciannya dari perkara tindak pidana korupsi senilai Rp 1, 066 M ” kata orang nomor satu dijajaran Kejari Muna di Raha Sabtu ( 22/7), disela sela merayakan HBA Adhyaksa ke 57 di Kejari Muna.

Selain berhasil menyelamatkan uang negara dari kasus tindak pidana korupsi Kejari Muna juga berhasil menyelamatkan uang negara dari perkara tindak pidana umum yaitu dari hasil tilang senilai Rp 40 juta. Sedangkan dari Subag Pembinaan juga berhasil diselamatkan uang negara dari hasil lelang kapal dan kendaraan senilai Rp 76 juta.

Dia menyampaikan agar masyarakat tidak lagi menganggap Kejaksaan adalah lembaga negara yang “angker”.

” Kami ini adalah lembaga negara yang juga membangun bangsa ini . Para penjabat kalau dipanggil Jaksa jangan takut. Katanya kalau dipanggil Jaksa bakal masuk penjara, itu keliru. Justru itu adalah hak anda semua untuk mengklarifikasinya. Itukan cuma konsekwensi bapak bapak sebagai penjabat. Jadi jangan anggap kami musuh, tapi terimalah kami sebagai lembagan yang juga akan membantu membangun Kabupaten Muna, Muna Barat dan Buton Utara,” kata Pak BT sapaan Kajari Muna ini dihadapan ratusan undangan yang hadir dari 3 kabupaten yaitu Muna, Mubar dan Butur dalam acara HBA Adhyaksa ke 57 dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke 17, sekaligus dirangkaikan dengan acara syukuran halal bi halal.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Mubar Drs LM Rajiun Tumada MSi dan Wabub Drs Achmad Lamane MM dan seluruh kepala SKPDnya. Kemudian Bupati Muna diwakili Sekda Muna Nurdin Pamone SH dan jajaran SKPDnya, Buton Utara diwakli Ketua DPRD Mubar Rukman. Kemudian Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga, Dandim 1416 Muna diwakili IPTU Bahar, Ketua PN Raha Yasir SH MH dan jajaaranya, serta undangan lainnya. Acara ini berlangsung hikmat dan juga meriah yang digelar di Aula Kantor Kejari Muna.

Moto Kajari Muna:
Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas (K4As).

Sekilas mengenai Perjalanan Karier Kepala Kejaksaan Negeri Muna Badrut Tamam, SH. MH

– Kajari Badrut Tamam. SH. MH, Angkatan 1998 di zaman era reformasi, pertama tugas di Kejaksaan Negeri Kabupaten Pacitan Jawa Timur (Jatim)

– Setelah itu dirinya menjadi staf Kejaksaan Negeri Kabupaten Jombang Jawa Timur (Jatim) tahun 2001.

– Bertugas Kejaksaan Negeri Kabupaten Sumenep Jawa Timur (Jatim) pada tahun 2003. Dengan jabatan sebagai Kasintel Kejaksaan Ibu kota Bajawa Nusa Tengara Timur (NTT).

– Pada Tahun 2005 bertugas sebagai Kasintel,Kejaksaan Negeri Kabupaten Pamekasan Jawa Timur (Jatim)

– Prestasi ditorehkan olehnya pada Tahun 2008, Badrut Tamam. SH. MH. dinobatkan oleh Kejaksaan Agung RI terbaik seluruh indonesia saat itu sebagai Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pamekasan,Jawa timur.

– Dan pada Tahun 2011 ditgaskan menjadi Kasi Sospol Pada Kejaksaan Tinggi DKI jakarta,

– Selanjutnya dirinya bertugas di Kejaksaan Agung tahun 2013 sebagai pemeriksa pidana umum dan perdata pada jaksa agung muda pengawasan pada kejaksaan agung.

– Tahun 2014 diangkat sebagai tindak pidana khusus di Sumatra Barat (Subar)

– Tahun 2016 Sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Muna Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sejumlah Kasus Tuntas di Tangan Badrut Tamam, SH. MH

– Badrut Tamam. SH. MH, pertama kali memberantas korupsi, pengadaan buku pada Dinas pendidikan kabupaten. Sumenap tahun 2003.

– Tahun 2007-2008 menyelesaikan kasus perkara korpsi Kabupaten Pamekasan kurang lebih 26 berkas berkara korupsi.

– DKI Jakarta kasus yg ditangani perluasan apron bandara pulau seribu tahun 2010 Sebagai kasintel DKI.

– Ketua tim perkara tindak pidana kredit macet, (take ofer) pada Bank Nagari di Sumbar, tahun 2014. Rp. 22, 8 miliar.

– Perkara Pidum carok masal di Pamekasan Madura, tahun 2007 sebanyak 16 korban.

– Menangani kasus Pembunuhan pelaku Jhon Key, DKI jakarta , pembunuhan tahun 2011-2012. Sebagai Kasi Intel Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta bidang tindak pidanan umum.

– Tahun 2008 kasintel Pamekasan, memenangkan tanah yang diduduki masyarakat, presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY)digugat, dan dimenang.

Masuk Muna Tanggal 29 Maret Tahun 2016

Setelah dirinya dilantik sebagai kepala kejaksaan Negeri (Kejari) Muna kerja kerasnya untuk menyelesaikan perkara yang belum dituntas oleh Kajari Muna sebelumnya terus ditingkatkan, selain itu diriya juga melakukan pembenahan dan kedisiplinan pegawai serta penataan kantor.

Tahun 2016 Kajari Muna dinobatkan terbaik se Sulawesi Tenggara, Selain itu berhasil menyelamatkan uang negara tahun 2016, senilai Rp. 3, 5 miliar, diperoleh melalui tindak pidana korupsi dan pidana umum.

Dan Tahun 2017. Pengembalian uang negara maupun denda, dan uang yang diperoleh dari pidum baik berupa Denda, biaya perkara tilang dan hasil lelang kurang lebih Rp. 1,282 miliar

Dirinya mengatakan sejak tahun 2016 pihaknya telah menagani beberapa perkara, penyidikan, termaksud kasus DAK yang kini sudah ditingkatkan statusnya ketahap Penyidikan.

Selain itu, untuk Bidang Perdata pihaknya juga melakukan pendampingan terhadap pengelolaan maupun ADD se – Kabupaten Muna Barat (Mubar) Seluruh kepala desa. Selain itu TP4D, program yang sedang berjalan dimana setiap kepala desa mengelola, diwajibkan papan informasi, maupun DD. “ Setiap desa harus memiliki papan informasi jika tidak memilik papan transaparasi maka tidak dicairkan
baik itu Kabupaten Buton Utara (Butur) diharapakan untuk meniru seperti itu. Jadi harus kesriusan terhadap kejaksaan Negeri Muna” katanya.

Badrut Tamam SH. MH, Lahir Kabupaten Pamekasan (Jatim) bagian utara, nama Daerah Paseang, dirinya merupakan anak ke 3 dari 5 bersaudara. Putra dari seorang guru agama Almarhum H. SOLEH HUDDIN.
Badrut Tamam, SH. MH kini di karuniai 3 Orang Anak, yakni satu orang Putri dan dua orang putra dan Seorang Isteri. (Ben/Adv)

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY