Andoolo, Koran Sultra – Menteri Sosial Republik Indonesi (RI), Dra. Hj. Khofifah Indar Parawangsa dalam kunjungan kerjanya kali ini di konawe selatan (konsel) provinsi sulawesi tanggara (sultra) untuk melakukan monitoring penyaluran bantuan Non tunai melalui program keluarga harapan (PKH) sebanyak 8.614 keluarga dengan nilai Rp. 16.260.460.000,- . Dalam kegiatan tersebut terlihat beberapa pejabat yang hadir kali itu sepeti, Bupati konsel dan wakilnya, wakapolda sultra, kadis sosial provinsi, ketua DPRD konsel, kapolres konsel, kepala SKPD, para camat dan berbagai unsur pimpinan lainya.

Menteri sosial Republik Indonesia (RI), Hj. Khofifah idar parawangsa dalam sambutanya mengatakan, tujuan dari pada adanya program keluarga harapan (PKH) adalah untuk memutus mata rantai kemiskinan, yang di mulai dari anak mereka.

” sejak bulan april tahun 2016 setiap pencairan yang saya hadiri selalu saya meminta untuk di hadirkan anak-anak yang berprestasi, karena mereka yang akan menjadi Rool model untuk ibu-ibu yang lainya,” ungkapnya di rujab pendopo, belum lama ini.

Menteri sosial, Dra. Hj. Khofifah indar parawangsa juga memberikan bantuan beras sejahtera (Rastra) kepada 20.228 keluarga penerima dengan nilai Rp. 27.744.724.800,- ,bantuan sosial disabilitas sebanyak 22 jiwa dengan nilai Rp. 66.000.000,- , dan bantuan sosial lanjut usia sejumlah 67 jiwa dengan nilai Rp.134.000.000,- , sehingga mencapai angka Rp. 44.225.184.800 untuk jumlah keseluruhan bantuan yang telah di berikan kementrian sosial untuk konawe selatan.

Lanjutnya, Hj. Khofifah di tahun ini jumlah keseluruhan penerima PKH sebanya 6 juta keluarga, untuk tahun depanya ada penambahan 4 juta penerima PKH sehingga totalnya ada 10 juta keluarga penerima secara Nasional.

” kita hitung dari persentase kemiskinan di masing-masing kabupaten/kota kemudian kita juga menghitung proporsinya. Jadi hitungan sementara saya kemungkinan konawe selatan akan di tambah sekitar 6 ribu keluarga penerima PKH,” ujarnya.

Dia menambahkan, di akhir juli ini sudah akan proses rekrutmen pendamping PKH untuk penempatan perluasan, karena pendamping PKH itu harus dari daerah setempat dan dari kecamatan setempat.

” saya berharap dengan adanya PKH ini mereka dapat menggunakanya sesuai peruntukanya, jika di luar dari peruntukanya kartu itu bisa akan di cabut kembali, karena sasaranya itu untuk anak sekolah, ibu hamil, bayi balita,” jelasnya.

Menaggapi hal itu, Bupati Konawe selatan H. Surunuddin Dangga ST. MM mengatakan, dana PKH ini guna untuk mendorong kesehatan kita, mendorong anak-anak kita supaya melanjutkan pendidikan kemudian juga pemerintah daerah akan berupaya lagi memberikan program-program lainya kepada masyarakat.

Surunuddin memaparkan, Kita juga kedepanya mempunyai program peningkatan produktifitas pertanian sesuai dengan daerah kita yang berbasi pertanian yang luas, sehingga percepatan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan baik dengan harapan dapat mendorong angka kesenjangan ekonomi.

” saya juga perlu sampaikan kepada ibu menteri, bahwa konsel ini sudah mendapatkan sertifikasi dari kementerian pertanian dengan hasil produksi kakao, dan yang baru-baru ini sapi bali,” ungakap mantan ketua DPRD konsel itu.

Menurutnya, dengan adanya program PKH ini sangat membantu keluarga miskin yang berada di konawe selatan khususnya, mudah-mudahan dengan kehadiran ibu menteri pada hari ini dapat melihat langsung upa-upaya yang telah di lakukan pemerintah daerah, deangan harapan mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat sehingga percepatan atau kesungguhan kami dapat lebih maksimal lagi.

Kontributor : Kasran
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY