Dudung, salah satu nelayan suku bajo, Saat di evakusi menuju Jakarta di bandara Matahora, wakatobi dengan mengenakan Pesawat pribadi Susi Air, milik Mentri Susi Foto: Surfianto
Dudung, salah satu nelayan suku bajo, Saat di evakusi menuju Jakarta di bandara Matahora, wakatobi dengan mengenakan Pesawat pribadi Susi Air, milik Mentri Susi Foto: Surfianto

WAKATOBI, KORAN SULTRA– Dudung, seorang nelayan Bajo di Desa Mola Samaturu, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara mencuri perhatian Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Selama dua tahun terakhir, Dudung terkulai lemah diatas kasurnya karena menderita tumor tulang. Bengkak di kakinya makin membesar, sehingga dia tidak bisa jalan dan melaut lagi.

Susi menemui Dudung, nelayan 23 tahun itu, saat meninjau perkampungan nelayan di Desa Mola Samaturu, Senin (4/4).

Tanpa berpikir panjang, Mentri Susi langsung memerintahkan stafnya untuk mengevakuasi Dudung ke Jakarta agar mendapatkan perawatan terbaik. Lebih cepat, lebih baik.

Karena itu, Selasa (5/4) juga, Susi membawa serta Dudung ke Jakarta dengan menggunakan pesawat khusus. Bukan sekali ini saja, naluri Susi untuk membantu nelayan tanpa pamrih ia lakukan.

Sebagai menteri dan juga pelaut, Susi mudah tidak tegahan melihat nelayan yang mendapat cobaan, apalagi cobaan penyakit yang begitu parah, seperti yang dialami Dudung.

Meski Susi punya keinginan kuat, namun bukan perkara mudah untuk mengevakuasi Dudung. Dia trauma, sehingga sempat tidak mau diobati dan dievakuasi ke Jakarta.

Sebelumnya dia sudah berobat ke Kendari dan Makassar, menghabiskan uang Rp 60 juta. Tapi, Dudung tidak sembuh juga. Dudung pun putus asa dan trauma dengan tindakan medis.
Fika Fawzia, staf Susi Pudjiastuti, bercerita Dudung akhirnya menyerah dan bersedia dibawa ke Jakarta untuk dirawat setelah staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedikit mengancam.

“Saya tanya ke staf yang membujuk Dudung, kenapa akhirnya mau. Dia jawab, “Saya bilang nanti Bu Susi nangis karena akan dimarahi Pak Jokowi kalau Dudung enggak mau berobat di Jakarta,” kisah Fika kepada Koran Sultra, Rabu (5/4).

Begitu Dudung akhirnya bersedia dibawa ke Jakarta, tim KKP yang mendampingi Susi langsung menyediakan tandu dan ambulans. “Kami harus bergegas agar perjalanan tidak memakan waktu lama karena sakit yang dideritanya,” kata Fika yang mendampingi Susi di Wakatobi. Dari rumahnya yang sederhana, Dudung diantar keluarga dan kerabatnya, sekitar 18 orang yang bersesakan di ambulans satu lagi, menuju Bandara Matahora, sekitar 20 km dari kampung mereka.

Pesawat yang membawa Dudung dan Susi take off menuju Jakarta sekitar pukul 13.00 WITA. Begitu tiba di Jakarta, Dudung langsung dirujuk ke RSPAD. Hingga saat ini Dudung sedang menjalani penanganan intensif oleh tim dokter RSPAD. Tim KKP terus memonitor kondisinya.

Kontributor : Surfianto
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY