Mentri Susi saat melihat hasil panen petani tambak di Kolaka Foto: A. Hendra
Mentri Susi saat melihat hasil panen petani tambak di Kolaka Foto: A. Hendra

KOLAKA, KORAN SULTRA– Menteri Kelautan dan Perikanan ke-6 Republik Indonesia Susi Pudjiastuti, ingatkan Bupati Kolaka Sulawesi Tenggara Ahmad Safey, agar tidak melakukan penebangan pohon dipinggir pantai Kolaka.

Sebab, kata Mentri ke-6 ini, dengan kondisi alam yang masih virgin di pinggir sungai, dengan begitu muda para petani tambak menjadi sukses. Untuk itu ia ingatkan Bupati Kolaka untuk tidak melakukan penebangan pohon mangrof dan bakau yang ada disepanjang jalan bay pas Kolaka.

“Saya tadi berbincang dengan bupati (Ahmad Safey red), saya ingatkan kalau mau petani tambak sukses, maka jangan tebang bakau di sepanjang pantai tambak. Bakau itu mengundang planton dan jika petani masukan air di tambak maka planton itu bersama air, yang nantinya akan menjadi makanan di tambak baik itu udang, maupun ikan,” ujar Susi saat melihat hasil panen udang ditambak milik warga Kolaka, Senin (20/3/2017).

Ia salut dengan hasil panen udang yang ada di Kolaka, sebab kata dia kondisi udang di Kolaka masih sehat.

“Saya ini penjual ikan, jadi tau mana yang sehat dan mana yang tidak. Ini menjadi catatan tersendiri kementrian kelautan dan perikanan,” katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI itu mengingatkan, petani tambak jika Udang vaname mempunyai satu penyakit yang tidak muda untuk dihilangkan karena bawaan genetika. Hal itu kata Susi, yang sering membuat panen para petani gagal. Seperti yang terjadi di beberapa negara.

“Alhamdulilah di Indonesia belum ada. Mudah-mudahan di Indonesia Bebas dari virus tersebut. Kalau di negara lain, itu kalau sudah terkena wabah maka satu negara akan gagal panen. Tapi Indonesia kan beda karena Indonesia juga berpulau-pulau,” katanya.

Ia menyayangkan disepanjang perjalanannya menuju lokasi panen udang itu, ia melihat masih banyak tambak warga yang tidak dikelola dan ditinggalkan dalam keadaan kosong.

“Ini yang sangat disayangkan, karena disepanjang lokasi panen masih ada tambak yang mangkrak,” ungkapnya.

Bupati Kolaka Ahmad Safey pada Mentri Kelauta dan Perikanan menyampaikan, potensi tambak khususnya udang vaname, yang ada di daerah itu dalam sekali siklus panen menghasilkan sekitar 5000 ton.

Safey berharap, nantinya ada kebijakan yang dikeluarkan oleh Menti Kelautan dan Perikanan di Kolaka, utuk menjadi sebagai salah satu daerah penghasil udang yang bisa diperhitungkan di Indonesia dengan intervensi baik Pemerintah maupun BUMN sehingga petani tambak yang ada di daerah tersebut dapat sejahtera.

“Kebetulan dengan kunjungan menteri kelautan di Kolaka, turut hadir juga dua direktur dari Perindo dan perinus,” ungkap Safei

Kontributor : Andi Hendra
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY