Raha, Koran Sultra – Insiden satu unit minibus yang mengalami kebakaran seusai mengisi bahan bakar di SPBU Bumi Cipta Karsa (BCK) 74.936.06 jalan Bypas kota Raha kabupaten Muna Minggu siang kemarin sempat membuat heboh warga dan para pemilik kendaraan lainnya yang tengah mengantri di SPBU tersebut.

Diduga mobil ini terbakar seusai mengisi BBM kedalam jerigen, atas kejadian ini Polres Muna menghimbau kepada SPBU agar tidak lagi melayani pengisian kedalam jerigen.

Polres Muna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terhadap insiden terbakarnya mobil pete-pete bernopolkan DT 1097 UD saat mengisi BBM jenis Premium menggunakan puluhan jerigen di Sentral Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bumi Cipta Karsa (BCK) 74.936.06 jalan Bypas kota Raha kabupaten Muna Minggu siang kemarin.

Kembali menegaskan, guna mengantisipasi agar hal serupa tidak terulang kembali, Polisi bakal memanggil pemilik SPBU di Muna dengan menekankan agar SPBU tidak lagi melayani pembelian BBM menggunakan jerigen. Sebab, hal tersebut sangat berbahaya.

“Terkait pengisian di SPBU berupa jerigen-jerigen itu, karena ini premium tidak lagi di supsidi oleh pemerintah, “ujar Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Fitrayadi, Senin (22/11).

Sementara hasil olah TKP, polisi menduga percikan api pemicu terbakarnya mobil tersebut berawal dari bagian kabel listrik mobil dan langsung membakar jerigen yang sedang diisi Premium.

Kata Fitrayadi, mobil yang dikendarai Arman tersebut dalam kondisi tidak aman. Sebab dibagian depan mobil tersebut sudah tidak mempunyai dasbor yang berfungsi untuk melindungi kabel-kabel mobil yang berpotensi menimbulkan percikan api.

“Temuan sementara kami saat olah TKP, api muncul dari salah satu kabel yang ada didepan. Disitu korslet. Perlu diketahui, mobil itu biarpun tidak bunyi tapi masih ada aliran listrik didalamnya. Buktinya, Klakson masih bunyi walaupun mobil dalam kondisi tidak On. Berarti ada aliran listrik disitu, ” ujar Senin, (20/11).

Fitrayadi, mengatakan pihaknya belum menetapkan tersangka dalam insiden tersebut

“Belum ada tersangka. Namun, supir mobil Arman dan anaknya (Laode Arlan. Red) yang menjadi korban kita sudah mintai keterangannya,” terang eks Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara ini

KONTRIBUTOR : BENSAR

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY