Ilustrasi

Lasusua, Koran Sultra – Maraknya pertambangan biji nilel ilegal di Kolaka Utara seakan semakin tidak terkendali, pasalnya pertambangan biji nikel yang dikelola tanpa dokumen resmi didesa Patikala dan desa Larui Kecamatan Tolala Kabupaten Kolaka Utara Provensi Sulawesi Tenggara masih beroperasi disebabkan adanya dugaan dibekingi oknum TNI – Polri Sulawesi Tenggara. Kamis (14/09).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kolut, Saiful Razak mengatakan Kamis (14/9), kami sudah melakukan kordinasi ke Kantor ESDM Kendari dan besok Jumat (05/09) akan melayangkan surat resmi ke PT Kreatif Jaya untuk menghentikan aktifitas pengangkutan biji nikel didesa Larui Kecamatan Tolala.

“Besok saya layangkan surat resmi untuk penghentian penambangan biji nikel sementara, dan Senin kami akan meninjau lokasi PT Kreatif Jaya,” ujarnya

Kami heran, pihak Perusahaan PT Celebessi dan PT Kreatif Jaya (Kasmar Tiar raya) bebas mengangkut dan memuat biji nikel, seolah-seolah tidak ada aparat, bayangkan besarnya tongkang bersandar dan berhari-hari beraktifitas tidak dilihat, kan tidak masuk akal, .Terangnya

Yang membuat pihaknya tambah kesal karena pihak perusahaan terkesan menghindar dan main kucing-kucingan. Jangankan berkordinasi kepadanya atau melapor, dihubungi via selular pun berkali-kali tidak direspon.ungkapnya

KS (47) warga Porehu menjelaskan, dilokasi PT Kreatif Jaya banyak Oknum TNI-Polri yang berjaga, mulai terlihat dilokasi pengambilan biji nikel sampai kepenampungan dipinggir laut dijaga ketat, yang jelas warga ketakutan masuk lokasi ini.

“Insya Allah Senin, sekitar 100 warga akan turun bersama TIM dari Kabupaten untuk menghentikan paksa aktifitas tambang, sebelum mengganti kerugian kerusakan lahan kebun,” tegasnya.

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY