Foto Bersama Jajaran Polda Sultra dan FKBU, usai Deklarasi Bersama, Kamis (13/10) Foto: Yan/KoranSultra.com
Foto Bersama Jajaran Polda Sultra dan FKBU, usai Deklarasi Bersama, Kamis (13/10) Foto: Yan/KoranSultra.com

Kendari, KoranSultra.com– Menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) diwilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Kepolisian Daerah (Polda) Sultra menggelar deklarasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sultra.

Kegiatan yang diselenggarakan Dit Binmas Polda Sultra itu, dengan tema Semangat keberagaman agama mencegah timbulnya paham radikal, terorisme dan anti Pancasila di wilayah Sutra.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Sunarto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian dari program prioritas Kapolri yakni promoter.

Dimana pihaknya melaksanakan deklarasi bersama FKUB Sultra, dengan mengambil momentum pelaksanaan operasi Bina Waspada yang dilaksanakan mulai 15 September hingga 14 Oktober 2016.

Sasaran dalam operasi Bina Waspada yaitu melakukan pendataan, pembinaan dan penyuluhan tentang radikalisme, terorisme, dan faham anti pancasila.

Kapolda Sultra, Brigjen Pol Agung Sabar Santoso, saat menandatangani Deklarasi Bersama di Aula Dhacara Mapolda Sultra, Kamis (13/10) Foto : Yan/KoranSultra.com
Kapolda Sultra, Brigjen Pol Agung Sabar Santoso, saat menandatangani Deklarasi Bersama di Aula Dhacara Mapolda Sultra, Kamis (13/10) Foto : Yan/KoranSultra.com

”Kegiatan ini adalah Implementasi dari delapan program prioritas Kapolri. khususnya pada kegiatan membangun daya cegah dan daya tangkal kejahatan. Terhadap terorisme, narkoba, separatis dan idiologi anti pancasila,”ujar Sunarto Kamis, (13/10).

Ia berharap, dengan kegiatan tersebut bisa semakin menguatkan sikap toleransi kehidupan antar umat beragama. Dalam bingkai pancasila dan undang undang 1945, serta meningkatkan peranan para tokoh agama dan stakeholder terkait dalam rangka mencegah faham radikal dan anti pancasila.

”Melalui kegiatan ini kami menghimbau kepada masing masing pengurus FKUB, umat Islam, Kristen Protestan, Kristen Katholik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Chu untuk meningkatkan Kewaspadaan dan membentengi diri dari pengaruh ajakan kelompok radikal,” kata Sunarto pada KoranSultra.com.

Sementara itu, Kepala Kemenag Sultra Muhammad Ali Irfan mengapresiasi langkah yang diambil oleh Polda Sultra, dalam mencegah timbulnya paham radikal.

”Terkait dengan keamanan negara, ini sangat bagus sekali. Nah, inilah nantinya saya ingin dari pihak Polda juga, menggandeng MUI untuk mengawasi kerja kerja FKUB,” tuturnya.

Kontributor : Yan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY