Raha Koran Sultra – Insiden Tewasnya nelayan asal Kelurahan Tampo pada jum’at (16/06) subuh di Dermaga Tampo, Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna, Propinsi Sulawesi Tenggara menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.

La Ode Sifu ( 43) dididuga tewas terkena peluru yang telak bersarang didadanya, pada tubuh korban ditemukan fragmen logam (Peluru) ditubuh dada kiri nelayan ini.

Isteri korban yang datang melihat jenazah suaminya tampak syok berat, tak banyak kata – kata yang terlontar dari bibirnya, hanya raut kesedihan yang begitu mendalam atas kepergian suaminya untuk selama – lamanya.

Pada Awak media, Wa Ode Marlina menuturkan Korban sebelumnya pamit untuk mencari ikan di laut, “ sebelumnya di minta ijin sama saya untuk pergi memancing di laut” katanya disela – sela isak tangisnya.

Marlina menuturkan informasi atas tewasnya sang suami malah didapatnya dari salah seorang anaknya, “ anak saya yang kerja di Fery pulang kerumah dan memberitahukan bahwa Bapak sudah meninggal” ujarnya.

Oknum pelaku penembakan yang bernisial Bripka AW yang diketahui bertugas di Polsek Tampo, sementara korban La Ode Sihu (43) tinggal di kelurahan tampo kecamatan Napabalano.

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga mengatakan korban tertembak diduga setelah ada transaksi bahan bakar minyak (BBM), didermaga Fery Tampo-Torobulu.

“sebelumnya korban ada tembakan peringatan, ” katanya.

Korban tersebut memiliki sampan kecil, yang dimana diduga ada transaksi dengan pihak feri KM Rumbiah.
“kita masi melakukan olah TKP, “ujar Agung di RS Muna, bersama irwasda Polda Sultra AKBP Sempana Sitempu dan Tim Spesialis Forensik Bid Dokkes Polda Sultra Kompol Mauluddin.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY