Kondisi Pelabuhan katoi Foto: fyan
Kondisi Pelabuhan katoi Foto: fyan

LASUSUA, KORAN SULTRA–Sejatinya, pelabuhan tidak hanya dijadikan tempat untuk penyeberangan saja, namun kadang, pelabuhan dijadikan tempat untuk berwisata bagi kalangan masyarakat yang ingin melihat keindahan panorama lautan, ataupun sekedar ingin memancing. Namun terkadang, fasilitas penunjang kenyamanan dipelabuhan tidak diperdulikan.

Seperti halnya pelabuhan penyeberangan yang ada di Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara ( Kolut ), tiang lampu penerangan pelabuhan yang berdiri kokoh sudah bertahun – tahun tidak berfungsi, alias tidak menyala, ini mengakibatkan pelabuhan Katoi pada malam hari gelap gulita.

Seorang warga Desa Katoi, Wati, yang bermukim diarea pelabuhan menuturkan, semenjak lampu penerangan pelabuhan tidak berfungsi, pelabuhan Katoi menjadi sunyi, warga enggan datang karena pelabuhan tersebut terlihat angker pada malam hari karena tidak adanya penerangan. Padahal, sebelum lampu pelabuhan tidak menyalah, pelabuhan katoi sering dikunjungi oleh warga pada malam hari hanya untuk sekedar bersantai ataupun memancing,

“Disini dulu sering dikunjungi warga pada malam hari yang ingin bersantai ataupun sekedar memancing,” katanya.

Lanjut Wati, Semenjak pelabuhan katoi sunyi dari aktifitas warga pada malam hari, hal tersebut juga berdampak pada pendapatan masyarakat yang berjualan diarea pelabuhan katoi,

“Biasa saya mendapatkan pendapatan pada malam hari, setelah lampu tidak perna menyalah, saya hanya mengandalkan pendapatan pada siang hari saja,” terang wati.

Mirisnya lagi, setiap ada kegiatan di pelabuhan pada malam hari, penerangannya hanya mengandalkan lampu sorot.

Penerangan umum seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, melalui dinas vertikal terkait demi menunjang kenyamanan aktifitas masyarakat pada umumnya, seakan penerangan umum menjadi suatu hal yang tidak diprioritaskan.

Kontributor : Fyan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY