kasat reskrim polres Konawe,AKP.Idham Syukri
kasat reskrim polres Konawe,AKP.Idham Syukri

Unaaha, Koran Sultra – Terkait kasus pencabulan yang menimpanya mantan kepala desa asolu S menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum yang sementara berjalan.

“Perasaan saya biasa-biasa saja, saya tetap percayakan pada proses hukumnya bahkan kemarin itu ada rekaman beberapa hari itu mengajak melakukan langkah-langkah untuk proses adatnya tetapi saya sudah jalani proses hukumnya jadi saya mengikuti saja proses hukumnya.”katanya rabu (26/04).
Menurutnya reka ulang yang digelar oleh polres konawe dengan 30 adegan yang dia praktekan tidak semuanya benar.

“Saya tidak pernah berbuat, tidak benar itu, tidak benar sebagian (rekontruksi,red) kalau pemberian uang memang benar namun peragaan tidak seperti itu “ungkapnya

menurut warga pelaku sudah sering melakukan hal tersebut.

Terkait kasus tersebut kasat reskrim polres Konawe,AKP.Idham Syukri mengatakan bahwa adegan dalam rekontruksi dugaan pencabulan diambil dari keterangan dari pelaku serta korban dan saksi.

“Dalam rekontruksi dugaan pencabulan oleh mantan kepala desa terdiri kurang lebih 30 adegan,30 adegan tersebut kita ambil dari keterangan-keterangan daripada tersangka,korban maupun saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut.”katanya usai gelar rekontruksi.

“Ini kita adakan saksi kurang lebih 4 sampai 5 orang saksi yakni rekan sekolah korban,ibu korban dan keluarga korban dan sepanjang ini mantan kepala desa belum kami adakan penahanan karena alasan ada surat keterangan sakit dari dokter tapi mantan kepala desa sudah kita sudah tetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti-bukti maupun keterangan-keterangan saksi dan yang terakhir kita lakukan gelar perkara dan penyidik berkeyakinan bahwa terlapor mantan kepala desa asolu ini sudah bisa kita tetapkan sebagai tersangka.”tutupnya

Kontributor : Nasruddin
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY