Pelantikan Kades di Kolut Foto: Fyan

LASUSUSUA, KORAN SULTRA– Pelantikan Kapala Desa (Kades) terpilih di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) sempat diwarnai aksi unjuk rasa didepan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kolut yang dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat, yang meminta kejelasan terkait kinerja tim Panitia Khusus (Pansus) bentukan DPRD kolut yang mengawal pelanggaran pelanggaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang terjadi beberapa waktu.

Menanggapi aksi demo tersebut, Rusda Mahmud mengatakan, terkait riak riak para pembawa aspirasi yang dilakukan oleh beberapa kalangan masyarakat, hal tersebut merupakan hal yang wajar mengingat negara kita adalah negara demokrasi yang dimana setiap warga negara berhak untuk mengeluarkan pendapatnya.

“Mereka berhak mengeluarkan aspiranya, dan itu perlu kita dengar,“ ungkapnya.

Tanggapan tersebut diutarakan Rusda Mahmud saat melakukan pelantikan 65 kades terpilih di masjid agung lasusua, dihadiri Sekertaris Daerah (Sekda) kolut, kapolres, Kajari kolut dan beberapa pejabat lingkup kabupaten kolut di masjid agung lasusua, Jumat (9/6/2017).

Kata Rusda, terkait pelanggaran pelanggran pilkades yang ada, silahkan proses dengan hukum yang berlaku, tapi proses pelantikan kades tersebut jangan dihalang halangi karena hal tersebut suatu pelanggaran yang melawan hukum.
“Apapun yang terjadi pelantikan tersebut harus tetap dilaksanakan,“ tegas Rusda.

Menurut Bupati dua periode ini, selama menjabat jadi bupati baru pertama kali melantik 65 kades yang dilakukan dimasjid dan juga baru pertama kali diwarnai aksi unjuk rasa.

“Saya menganggap pelantikan kades tahun ini sangat bersejarah dan penuh kenangan untuk kabupaten kolut,“ katanya.

Untuk itu, calon gubernur sultra ini juga meminta kepada pihak yang berkaitan dengan urusan desa khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) kolut, agar mempelajari baik baik aturan Peraturan Bupati (Perbub) dan merevisi kembali aturan aturan yang ada.

“Aturan aturan yang baik kita lanjutkan, dan yang agak kabut kita perjelas, karena saya yakin aturan yang kita buat sudah tidak ada yang salah, kalaupun ada yang sering dikritik oleh para pembawa asprasi itu hanya kesalahpahaman dengan pembuat aturan,“ katanya.

Dan untuk para kades terpilih, lanjut Rusda, yang akan menjadi pemimpin agar sekiranya tidak mengingkari sumpah yang telah diikrarkan untuk melakukan perubahan di desa masing masing.

“Mudahan mudahan kades terpilih ini kami harapnya agar senantiasa dapat mengembang tugas yang diberikan oleh negara untuk kepentingan orang banyak,“ harapnya.

Untuk diketahui, pelantikan 65 kades terpilih tersebut di masjid agung lasusua berjalan dengan hikmat dan aman, sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan pestifal anak saleh dan proses pengaman, pihak polres kolut menerjungkan sedikitanya 160 pihak kepolisian yang tergabung dari masing masing polsek yang ada di kolut dan dibantu oleh anggota Brimob.

Kontributor : Fyan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY