Kabag Humas Pemda Muna Amiruddin Ako
Kabag Humas Pemda Muna Amiruddin Ako

RAHA, KORAN SULTRA-Pemerintah kabupaten Muna melalui Kabag Humas dan Protokoler Amiruddin Ako, mengungkapkan permohonan maaf kepada seluruh organisasi Pers, jajaran manajemen Kolaka Pos, dan seluruh wartawan atas tindakan kekerasan yang dialami seorang jurnalis Kolaka Pos Ahmad Evendi saat melakukan peliputan berupa pengambilan gambar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna pada Senin, (27/3) lalu.

“Kami sebagai pemerintah sangat menyangkan dan meminta maaf sebesar-besarnya pada teman-teman wartawan, terutama kepada wartawan Kolaka Pos Ahmad, kepada jajaran manajemen Kolaka Pos, dan seluruh organisasi wartawan , AJi, PWI, IJTI semuanya. Kami minta maaf atas insiden ini,” ucap Amir pada awak media di ruang kerjanya Rabu, (29/3).

Amir sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oknum ASN pemkab Muna yang berada di RSUD Muna lantaran sudah melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan.

“Tentu kita menyangkan sikap itu, sejumlah teman-teman ASN yang kita duga melakukan tindak kekerasan. Karena kita juga harus asas praduga tak bersalah,” katanya

Selain itu kata Amir, pemda Muna bakal berusaha agar peristiwa tersebut dapat diselesaikan dengan menempuh jalan mediasi agar komunikasi antara pemerintah kabupaten Muna bersama wartawan semakin berjalan baik.

“Mediasi ini untuk memperkuat konunikasi dengan wartawan agar tidak melihat media sebagai momok bagi mereka. Tatapi bahwa untuk proses pembelajaran, proses hukum tetap berlanjut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Bersama Jurnalis Muna, Drs. H. Muh. Syahrial Ashaf mengatakan, proses mediasi bisa saja dilakukan oleh pemkab Muna dalam menyikapi kekerasan terhadap wartawan. Namun proses hukum akan terus dilakukan. “Mediasi tetap dilakukan. Proses hukum jalan terus,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Divisi Advokasi AJI Kendari La Ode Pandi Sartiman mengatakan AJI bakal terus mengawal perkara kasus kekerasan terhadap wartawan. “Proses hukum terus berlanjut, agar ada efek jera terhadap pelaku yang melakukan kekerasan terhadap wartawan,” ucapnya via celuler

Namun, La Ode Pandi Sartiman juga mengingatkan kepada seluruh jurnalis agar pada saat melakukan peliputan harus memegang teguh kode etik.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY