I Dewa Gede Baskara Haryasa. SH, Kasi Pidsus Kejaksaan Muna

Raha, Koran Sultra – Mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Muna, yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo, Edwar Effendy “mangkir” dari pangilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna, yang akan diperiksa terkait dugaan korupsi pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS) tahun 2015 yang menelan anggaran Rp 714 juta.

Kasus tersebut melekat diistansi Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) saat itu Edwar Effendy sebagai kadis, dimana Kasus ini sudah dinaikkan statusnya dari Penyelidikan menjadi Penyidikan.

Kepala Kejaksaan Muna, melalui I Dewa Gede Baskara Haryasa. SH, selaku Kasi Pidsus, Kamis, (8/6) saat ditemui diruang kerjanya mengatakan Pihaknya akan melayangkan surat panggilan berikutnya untuk dilakukan pemeriksaan, “mangkir dari pangilan (pertama), kita akan surati minggu depan untuk menghadiri pemeriksaan ” katanya.

Surat yang dilayangkan tidak hanya ditujukan kepada mantan kadistamben ini tetapi bersama Bendahara pengeluaran juga disurati, dan juga tidak hadir memenuhi panggilan kejaksaan “ Bendahara La Asi. SPd.I. tidak hadir juga, ” sambungnya.

Menurut, Kasipidsus Muna ini, Surat Panggilan yang ditujukan kepada Edward Effendy ini seyogyanya dihadiri pada pukul 09.00, namun sayangnya yang bersangkutan dan bendaharanya tidak juga hadir dan tidak ada konfirmas soal ketidak hadiran mereka “Tidak ada keterangan sedikitpun atau informasi” ujarnya.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY