Nampak para penambang liar saat melakukan kegiatan penggalian di Lokasi keberadaan emas di Desa Ulunggolaka Foto: Dekri
Nampak para penambang liar saat melakukan kegiatan penggalian di Lokasi keberadaan emas di Desa Ulunggolaka Foto: Dekri

KOLAKA, KORAN SULTRA– Sebagian besar penambang emas ilegal di Wilayah Desa Mangolo, Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dalam beberapa hari terakhir mulai meninggalkan lokasi itu.

Dalam pemantauan kegiatan penambangan emas ilegal di Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), Kamis (27/4) tinggal sebagian kecil penambang yang masih beraktivitas menambang sehubungan adanya larangan yang dikeluarkan oleh Pemkab Kolaka.

Para penambang yang masih bertahan ingin memanfaatkan kesempatan untuk memburu emas demi mengumpulkan rupiah sebelum batas akhir tiba.

Hal itu seperti diungkapkan Aris, salah seorang penambang asal Bone (Sulsel).

Ia bersama enam rekannya sengaja belum mau keluar dari lokasi tambang karena batas akhir penghentian kegiatan menambang baru akan diberlakukan pemerintah daerah pekan depan.

“Kami baru akan tinggalkan lokasi ini jika sudah ada ongkos kami untuk pulang,” katanya.

Ia mengaku menambang di wilayah Mangolo, baru seminggu terakhir.

“Lubang rep yang kami gali baru sekitar 5 meter. Dan hasil yang kami dapat dari menambang belum mencukupi untuk biaya kami pulang ke kampung,” ujar dia.

Menurut dia, kualitas emas yang ada di Mangolo cukup tinggi dibandingkan di pertambangan emas yang ada di Rau-rau Kabupaten Bombana.

Hal senada juga disampaikan salah seorang penambang asal Konawe. Ia juga mengatakan tetap akan meninggalkan lokasi itu. “Kami akan tinggalkan lokasi karena sudah dilarang,” katanya.

Namun karena batas waktu masih diberikan sampai pekan depan makanya sebelum batas akhir itu tiba, mereka masih menambang.

Menambang emas sudah dia lakukan hampir 20 tahun. Tapi khusus di Mangolo baru berjalan dua minggu terakhir.

Sementara Rudi, seorang penambang asal Kolaka mengatakan hampir semua penambang dari kabupaten selain Kolaka itu sudah pulang.

“Kalaupun masih ada di lokasi, jumlahnya tinggal sedikit,” kata dia.

Ia mengemukakan, mereka meninggalkan lokasi karena sudah dilarang keras oleh pihak-pihak terkait.

“Sebelum batas waktu tiba, lebih baik kami meninggalkan lokasi agar tidak ditindak,” katanya.

Lokasi penambangan emas ilegal di wilayah Mangolo awalnya hanya dua hektare, tetapi sekarang kemungkinan sudah semakin tambah luas karena jumlah penambang diperkirakan mencapai ribuan orang.

Sebagian besar penambang berasal dari luar Kolaka, terutama Konawe, Kolut, Koltim, dan Sulsel.

Kontributor : Dekri
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY