Oknum Wartawan Yang disebut - sebut meminta sejumlah dana kepada erni salah satu Pendamping Desa di Kolaka Utara, foto : Israil Yanas
Oknum Wartawan Yang disebut – sebut meminta sejumlah dana kepada erni salah satu Pendamping Desa Dana Bansos di Kolaka Utara, foto : Israil Yanas

Lasusua, Koran Sultra – Oknum wartawan mingguan Koran Jurnal Tenggara yang bertugas di Kabupaten Kolaka Utara disebut sebut diduga melakukan pemalakan dengan meminta sejumlah rupiah kepada Pendamping Desa Dana Bansos Rante Limbong,, Erni (42).

Oknum tersebut beralasan duit itu untuk membantunya untuk melakukan klarifikasi berita dugaan dana Bansos yang diduga disunat olehnya yang diberitakan oleh satu Media harian di Sulawesi Tenggara yakni Kendari Pos.

Anehnya, oknum yang disebutnya bernama Kahar tersebut akan membantunya melakukan klarifikasi ke Kolaka secara langsung. Padahal, media Kendari Pos ini, berpusat di Kendari dan hanya memiliki satu koresponden yang disebar ke setiap Kabupaten.

Pendamping Desa Dana Bansos Eni yang dihubungi wartawan ditelpon selulernya mengatakan, Oknum wartawan dari Media Koran Mingguan Jurnal Tenggara atas Nama Kaharuddin, menelpon saya dan meminta uang Rp. 500 ribu dengan Alasannya dengan dana tersebut akan melakukan Klarifikasi Ke Media Kendari Pos yang berada di Kabupaten Kolaka Katanya Rabu (19/10).

“Saya Tanya kenapa ke Kolaka padahal disini (Kolut) ada korespondennya kalau mau ditemui untuk klarifikasi tapi katanya bagus kalau di Kolaka,” ujar Eni kepada media,

Permintaan dana dari oknum wartawan tersebut, saya tidak memberikan karena saya tidak memiliki uang dan oknum ini beberapakali SMS dan menelpon dengan kata, ibu ini tidak mengerti kalau mau dibantu klarifikasi. Kata Eni.

“saya mau beri uang tapi saat saya cek direkening saldonya tidak cukup”, katanya.

Sekedar informasi, bantuan dana sosial yang disalurkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kolaka Utara ke Sepuluh Kelompok Penerima didesa Rante Limbong diduga disunat pengurusnya dan setiap Kelompok penerima diberi bantuan dana Rp. 20 juta dan dipangkas hingga Rp. 5 juta.

Bantuan dana ini perkelompoknya sebanyak 7 orang dan masing-masing perorangnya menerima sebesar Rp. 2,8 juta. Namun jika sudah disunat maka tersisa perorangnya hanya menerima Rp. 2,1 juta dana ini diperuntukkan untuk pengembangan Ternak Kambing, Mesin parut Kelapa, dan modal jual beli sembako. Kata Kepala Urusan Pemerintahan Desa rante Limbong, Muh. Arif.

Pendamping Desa Erni yang disebut-sebut sebagai tim eksekusi pemotongan dana Bansos, membatah tuduhan tersebut. Ia mengatakan tidak ada pemotongan dana sepeserpun, menurutnya itu tuduhan yang tidak mendasar dan pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang menjelek-jelekkan namanya.

Kontributor : Israil Yanas
Desain Terbaru

2 KOMENTAR

  1. Tolong diperjelas yang dimaksud pendamping desa pada berita saudara, apa nama programnya. Mengingat kami selaku Tenaga Ahli pendamping desa program P3MD tidak memiliki pendamping desa atas nama ENI. Untuk mengghindari pencitraan buruk terhadap pelaku program kami (P3MD) mohon diperjelas pendamping desa yg dimaksud.

    SUFLY A.F
    (TA.PED PROGRAM P3MD KAB. KOLAKA UTARA)

    • kami sudah adakan ralat pada berita tersebut, terkait “pendamping Desa” yang benar adalah Pendamping Desa Dana Bansos. terima kasih atas Hak Koreksi yang saudara ajukan, wslm. Redaksi

LEAVE A REPLY