Oleh : Nur Ulmy Mahmud

Ketua Prodi Kesehatan Masyarakat FKM UMI

Pekan Pesantren bagi mahasiswa baru Universitas Muslim Indonesia (UMI) tak boleh diabaikan atau ditinggalkan, termasuk di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Pekan pesantren dasar pembentukan karakter bagi mahasiswa UMI. Sehingga, setiap mahasiswa wajib mengikuti pekan pesantren di Pesantren Darul Mukhlisin, Padang Lampe, Kabupaten Pangkep.

Melaksanakan pendidikan di pesantren selama tiga hari salah satu syarat bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi di Universitas Muslim Indonesia.Rektor UMI, Prof. Dr. Masrurah Mokhtar,MA sebagai pimpinam tertinggi dan sekaligus menjadikan pekan pesantren untuk bertatapan wajah secara langsung dengan ratusan mahasiswa baru.

Seperti saat angkatan kelima yang mengikuti pekan pesantren dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Sastra dan Ilmu Komunikasi serta Kedokteran Gigi dengan jumlah pesertanya mencapai 803 orang.

“Hampir setiap angkatan bu rektor selalu membuka acara sekaligus menutup. Meski selalu sibuk dengan berbagai aktivitasnya, beliau selalu menyempatkan diri untuk hadir dalam penyambutan mahasiswa baru,” Jelas Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat A. Surahman Batara S.KM, M.Kes (16/08/2017)

Kegiatan yang digelar disalah satu desa di pedalaman Kabupaten Pangkep tersebut merupakan ajang pengenalan akademik kepada mahasiswa baru. Kegiatan dimulai dari pengenalan setiap Prodi hingga aturan yang tak boleh dilanggar selama menyandang status sebagai mahasiswa di UMI.

“Kegiatan ini merupakan acara penyambutan bagi mahasiswa baru, pengenalan akademik. Hal yang tak kalah penting adalah pengenalan sendi-sendi islamiyah yang dilakukan secepat mungkin agar mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan nuanasa UMI yang sangat kental dengan aura keislamannya,” jelas Ketua Panitia Pekan Pesantren UMI, Prof. Dr. Achmad Gani, SE. M.Si

Selepas mengikuti acara tersebut Prof. Achmad mengaku optimis mahasiswa yang pernah mengikuti “Pesantren Kilat” ini akan punya pengalaman baru yang bernuansa positif.

“Mereka yang telah selesai mengikuti kegiatan seperti ini pastinya akan punya pengalaman baru yang bisa dijadikannya sebagai pijakan keislaman yang kental,” tambahnya.

Alhasil, seorang mahasiswi Kesehatan Masyarakat bernama Andi Vira Aulia, mengakui setelah mengikuti kegiatan di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Desa Padang Lampe, Kabupaten Pangkep itu, dirinya merasa punya pengalaman baru.

“Awalnya saya susah menyesuaikan diri dengan suasananya, bangun subuh, belajar yang padat dan waktu luang yang sedikit. Namun, dibalik semua itu, saya merasa keseruannya adalah kebersamaan. Makan, tidur, belajar, shalat, dzikir, sampai bangun subuh pun selalu bersama-sama,” jelas Alumni SMA 4 Watampone itu.

Hal serupa, diungkapkan Risma yang juga mahasiswi jurusan Kebidanan FKM UMI. Kata dia, pekan pesantren UMI sebagai ajang pengasahan diri untuk menjadi insan yang lebih baik lagi.

“Pekan pesantren ini mengajarkan bagaimana menjadi insan yang lebih baik lagi. Selalu mendekatkan diri kepada sang pencipta, mencintai kebersamaan, dan saya sangat syukur mendapatkan dosen-dosen yang luar biasa. Mereka membimbing dan mengajarkan berbagai hal tentang keislaman,” ucap Alumni SMAN 1 Kei Kecil Maluku itu (CJ).

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY