Mobil pengangkut kayu pengrusk jalan poros Uluiwoi dan Ueesi Foto: Dekri

TIRAWUTA, KORAN SULTRA– Maraknya perambahan hutan yang dilakukan pengusaha kayu di areal kecamatan Uluiwoi dan Uesi, Kolaka Timur (Koltim) membuat masyarakat sekitaran kecamatan Uluiwoi daerah yang dilalui mobil pemuat kayu ilegal logging tersebut gerah.

Pasalnya mobil pemuat kayu tersebut selain menggunduli hutan, juga merusak sejumlah infrastruktur seperti jalan dan jembatan, sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Hal tersebut diungkapkan camat Uluiwoi Tamrin Tahir.

Dikatakanya, Desa yang dilalui mobil pemuat kayu dikecamatan Uluiwoi menuju kecamatan Ueesi yaitu Desa Uete, Tondowatu, Lalombai, Undolo, Amololu dan Pehanggo. Ke enam Desa tersebut jalurnya sangat parah apalagi dimusim penghujan dan tidak semua yang memuat kayu memiliki ijin.

“Mereka sering pengatasnamakan pejabat atau aparat tertentu,” katanya

Tamrin Tahir mengatakan, sejumlah pengusaha kayu lalu lalang setiap harinya menuju kecamatan Ueesi, dan sedikitnya 10 – 15 mobil Roda Enam melintas setiap harinya. Sejak dulu jalur Uluiwoi – Ueesi selalu rusak parah apalagi dimusim penghujan, untuk mengatasi hal tersebut para kades yang dilintasi daerahnya bermusyawarah membuat Peraturan Desa, bagi kendaraan Enam roda yang memuat kayu menarik retribusi sebesar seratus ribu permobil.

“Perdesnya sudah dibuat,sudah dikonsultasikan sama pak Bupati dan juga kabag hukum. Tentunya, Bapak Bupati sangat merespon langkah yang diambil para Kades tersebut,” jelasnya.

Kontributor : Dekri
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY