OLEH: LA ODE YUSRAN SYARIF (Ex. Ketua Umum FESMAK Periode 2012-2013)

Mahasiswa merupakan istilah yang digunakan untuk seseorang yang ada pada tingkatan setelah siswa (setelah menyelesaikan sekolahnya dari tingkat Sekolah Menengah Atas atau jenjamg pendidikan yang sederajat, dan melanjutkan studinya ke bangku perkuliahan), dan bisa dijabarkan dengan maha nya siswa. Hal ini berarti seorang mahasiswa harus memiliki value atau nilai lebih daripada seseorang yang masih menyandang gelar siswa dan harus mampu memberikan sumbangsih nyata baik itu bagi dirinya, lingkunganya, maupun masyarakat di lingkungan sekitarnya dimana ia berada.

Sebagai seseorang yang diharapkan oleh keluarga untuk menuntut ilmu dalam rangka meningkatkan taraf hidup, menambah wawasan dan meningkatkan pola pikir, mahasiswa juga punya tanggung jawab setelah menyelesaikan kuliahnya, mereka bisa kembali ke asal di mana ia terlahir, untuk membangun daerahnya masing-masing. Baik dari segi sosial, budaya, ekonomi, bahkan dalam hal mentransformasi nilai-nilai yang bisa mengembangkan pola pikir masyarakat luas.

Untuk merealisasikan hal tersebut diperlukan sebuah revitalisasi peran fungsional organisasi paguyuban mahasiswa. Sebagai wadah membentuk mahasiswa yang peduli dan bertanggung jawab terhadap isu kedaerahaan serta membangun daerah dengan cara yang kreatif dan inovatif. Disamping itu, peran pemerintah daerah tentunya diperlukan dalam mendukung serta memfasilitasi peran mahasiswa rantau melalui organisasi kedaerahan.
Federasi Solidaritas Mahasiswa Kadatua (FESMAK) merupakan salah satu organisasi paguyuban mahasiswa yang berkedudukan di Kota Kendari, yang sampai saat ini masih berbenah diri untuk menjadi lebih baik dalam pengabdiannya kepada daerah. Selain itu dengan hadirnya organisasi tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa rantau untuk menghimpun dirinya dalam sebuah organisasi dan dapat mempererat tali silaturahim antar sesama mahasiswa sekampung di tanah rantau, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan.
Berbagai masalah-masalah, Ketimpangan sosial, kesenjangan pemerataan pembangunan, terkikisnya nilai-nilai kearifan lokal, kerusakan lingkungan dan lain sebagainya sudah semestinya menyadarkan kita khususnya mahasiswa yang notebene berhimpun dalam organisasi daerah untuk peka terhadap masalah-masalah didaerah. Pembangunan daerah dari berbagai sektor tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, mahasiswa harus bisa mengambil tindakan dalam proses tersebut dengan terjun langsung dalam mengawasi, mendukung serta mengimplementasikan ilmu-ilmu yang dimiliki dari perguruan tinggi, sehingga antara pemerintah, masyarakat dan mahasiswa saling bersinergi dalam membangun daerah.

Sudah tidak relevan lagi jika peran mahasiswa sebagai “agent of change” hanya sekedar turun ke jalan melakukan aksi menuntut perubahan kebijakan, menyebarkan opini ke publik, namun tidak membuahkan hasil yang konkrit dan lebih sering berujung kepengrusakan fasilitas-fasilitas publik bahkan merugikan masyarakat sekitar. Hal tersebut sudah mestinya kita ubah, khususnya mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kedaerahan harus mengambil peran penting sebagai kaum intelektual yang memberikan ide-ide kreatif serta terjun langsung ke masyarakat.

Mereka yang tergabung dalam organisasi paguyuban khususnya mahasiswa rantau asal Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, harus bisa mempertahankan eksistensinya, menjadi aktor terhadap isu perkembangan daerah. Meningkatkan kemampuan dalam berpikir, mendalami kajian-kajian terkait isu didaerah sehingga dapat memainkan perannya kepada masyarakat. (CJ)

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY