Ilustrasi

Lasusua, Koran Sultra – Kasus Penganiayaan yang dilaporkan Dokter (Anastesi) Giovanny Sigading (35) warga Tojabi Kecamatan Lasusua terhadap Fuad pelaku penganiayaan berbuntut panjang Pasalnya Kakak Fuat Perawat (PNS) Nurhani Baharuddin (35) S.KEP, melaporkan balik atas penghinaan yang dilakukan Dr Giovanny Kepolres Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tengara (Sultra).

Kasatreskrim Polres Kolut, AKP.Muhammad Salman yang dikonfirmasai Media Sabtu (18/11/2017) membenarkan laporan yang dilakukan perawat Nurhani Baharuddin atas penghinaan ibunya yang dilakukan Dokter Giovanny.

“Nurhani Baharuddin melaporkan ke Polres dengan Laporan Polisi No.Pol : LP / 136 / XI / 2017 / Sultra / Res.Kolut dengan tuduhan Penghinaan terhadap Pasien (red-ibunya kandungnya) yang dilakukan Dr. (Anastesi) Giovanny. Jumat (17/11/2017) Sore,” ujarnya.

Menurut keterangan perawat Nurhani, kejadian pada malam Rabu (15/11/2017) sekitar pukul 20.00 wita, Nurhani (Pelapor) dalam posisi bertugas ( Piket ) di ruang VIP Mawar BLUD Rumah Sakit Djafar Harun Lasusua Kolut, dan Nurhani melakukan komunikasi melalui HPnya kepada Dokter Giovanny bahwa ada pasien yang rencana akan di Operasi dengan diagnosa STT ( PENYAKIT TUMOR ), ungkapnya.

“Telepon Nurhani dijawab oleh Dr. Giovani dengan berkata “Kau itu melapor seperti orang bodoh yang tidak punya pendidikan, tidak punya etika, dan seperti preman yang mau dioperasi, ini jenis kelaminnya apa Bancikah, Setankah, Anjingkah, Sapikah, Kambingkah, yang ini mau dioperasi anak-anak, laki-laki atau Perempuan”, jelasnya.

Nurhani ini heran mendengar jawaban Dr.Giovanny sementara yang akan dioperasi adalah ibu Kandung Nurhani Sendiri. pada waktu itu Nurhani tidak menjawab atau merespon perkataan Dr. Giovanny yang kata-katanya kasar, sekitar Pukul 21.45 Wita, Nurhani (pelapor) bertemu Dr. Giovanny di depan ruangan Vip Mawar I pada saat itu, Nurhani bersama saksi I dan Saksi II dan Dr. Giovannylangsung menunjuk saksi I dan berkata “Kau perawat yang melapor tadi” jawab saksi I “ bukan saya Dok,” jelasnya.

Lanjut Muh. Salman, pada saat itu Nurhani langsung berkata “ Saya Dok yang melapor tadi” dan Dr. Giovanny berkata lagi “dimana ketersinggunganmu, Kau melapor kayak orang tidak berpendidikan, bodoh, tidak punya etika melapor seperti preman,” ungkapnya.

Nurhani tidak terima perkataan Dr, Giovanny dan terjadi pertengkaran. secara refleks Dr. Giovanny mendorong Nurhani untung cepat dilerai oleh Dr. Widi sehingga tidak terjadi benturan fisik. Akibat kejadian tersebut korban merasa keberatan dan melaporkan ke Polres Kolaka Utara guna pengusutan lebih lanjut. jelasnya.

Informasi yang dihimpun Koran Sultra.com. Dr. Giovanny sementara berada diKota Makassar Sulsel untuk pemeriksaan kepalanya akibat pukulan dari keluarga Korban. semetara pihak Satreskrim Polres Kolut masih mengembangkan kasus penganiayaan terhadap Dr. Giovanny dan tindak lanjut Laporan Nurhani atas Penghinaan yang dilakukan Dr. Giovanny.

KONTRIBUTOR : ISRAIL YANAS

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY