Dok Israil Yanas
Dok Israil Yanas

LASUSUA, KORAN SULTRA-Perawat RSUD Djafar Harun Kabupaten Kolaka Utara, Provensi Sulaweai Tenggara, menolak pasien yang akan dimasukkan ke kamar Vip karena menderita penyakit yang diduga kronis itu.

Menurut keluarga pasien Rahma, warga Desa Watuliu Keberatan dengan pelayanan yang diberikan perawat jaga Kamar Vip atas nama Novi karena tidak memberikan pelayanan yang sesuai dengan lima budaya RSUD Djafar Harun yang diterapkan seluruh perawat dan Bidan untuk melakukan yakni 1.Sentuhan mata, 2.Sentuhan senyum, 3.Sentuhan kata, 4.sentuhan tangan dan ke 5.Sentuhan hati,” katanya Selasa (07/03).

“Adik saya LM (35) tidak memiliki penyakit menular maupun kronis. Saya sudah dua kali lihat kamar Vip Mawar. Pertama tidak ada masalah, dan yang kedua saya bersama perawat IGD namun setelah ada hasil Lev, perawat Novi langsung mengeluarkan kata-kata menolak tanpa alasan.sementara kata dokter jaga tidak ada masalah. Katanya.

“Seharusnya kepala kamar jaga, diRektur RSUD dan PPNI memberikan teguran perawat tersebut karena kasihan pasien lain akan mengalami hal yang sama,” katanya

Menurut Dokter jaga Dr. Lela dan Dr.Yayu yang dikonfirmasi media mengatakan pasien sakit batuk dan demam sudah lima hari.

“Hasil LEV pasien tidak memiliki penyakit kronis,” katanya.

Penyakit kronis yang tau adalah Dokter bukan Perawat dan ada kemungkinan kesalahan komunikasi. Ujarnya.

Direktur RSUD Dr. Syarif yang dihubungi telpon selulernya, kaget dengan laporan ini, nanti saya cek dulu kebenarannya apakah perawat Novi betul mengatakan penolakan tersebut.

“Kalau akan diberikan sanksi, nanti kami kroscek dulu,” ujarnya.

Saya sudah telpon Dr Lela dan hasil pemeriksaan dan hasil Lev pasien tidak terjangkit penyakit kronis. Katanya.

Pasien LM terpaksa tidak dirawat inap di Kamar VIP mawar dan memilih inap diRuangan interna Kamar 2 RSUD Djafar Harun Lasusua.

Kontributor :Israil yanas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY