Salah satu kios pedagang di Koltim milik umat hindu Foto: Dekri
Salah satu kios pedagang di Koltim milik umat hindu Foto: Dekri

TIRAWUTA, KORAN SULTRA– Aktifitas perdagangan di sejumlah desa yang dihuni umat Hindu di Koltim tampak sepi. Terlihat sejumalah pedagang kios tampak tertutup selama 24 jam saat perayaan Hari Raya Nyepi.

“Dalam perayaan Hari Raya Nyepi, memang tidak ada aktivitas perdagangan selama 24 jam,” kata Iketut Gede Asri yang ditemui di Vihara saat sedang melaksanakan persembahan, Selasa (28/03).

Kata dia, setiap perayaan tahun baru saka 1939 di Koltim, selalu tampak sepi. Sebab, para umat Hindu sedang fokus menjalani kegiatan ritual di vihara, itu bertujuan untuk menyucikan alam semesta beserta isinya dan meningkatkan hubungan dan keharmonisan antara sesama manusia, manusia dengan lingkungannya serta manusia dengan Tuhan (Tri Hita Karana).

“Semua umat Hindu lagi pada fokus melaksanakan ritual di vihara. Jadi memang aktifitas perdagangan tertutup sementara,” katanya.

Dari pantauan dilapangan, sejumlah Desa yang mayoritas dihuni umat Hindu tampak sepi. Utamanya Desa yang didiami mereka seperti, Desa Tasahea, Wia-wia, Lamoare, dan Desa Roko roko nampak terlihat sepi.

Sebelumnya, umat Hindu ini menyambut hari raya nyepi dengan cara mementaskan patung raksasa yang disebut “ogoh-ogoh” patung yang menggambarkan Butha Kala.

Baca Juga : Sejumlah Ogoh-ogoh raksasa diarak di Koltim

Kontributor : Dekri
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY