Harus Ada Normalisasi Sungai Laano Boru dan Kali Lakalamba

Salah satu kompleks pemukiman, termasuk lahan pertanian warga yang dilanda banjir, Senin (5/6). (F. Ronas)

Laworo, Koran Sultra – Puluhan Petani, yakni Petani Jagung Kuning dan Nilam di Desa Lakalmba, Kecamatan Sawergadi, Kabupaten Muna Barat (Mubar), harus gigit jari. Betapa tidak, mencapai kurang lebih 70 Hekto are (Ha) lahan pertanian, berisi tanaman Jagung Kuning dan Nilam milik puluhan warga Lakalamba harus gagal panen, akibat dilanda bencana banjir. “Ya, hujan beberapa hari terakhir ini, menyebabkan sejumlah kompleks pemukiman (tempat tinggal) warga Desa Lakalamba mengalami banjir. Yang lebih parah lagi, sekitar 70 Ha lahan pertanian milik warga yang berisi tanaman Jagung Kuning dan Nilam gagal panen akibat dilanda banjir ,” Ujar Kepala Desa Lakalamba, Aras Pou, kepada Koran Sultra, selasa kemarin.

Lanjut Ia mengatakan, bahkan akibat terkena bencana banjir, sejumlah warga Lakalamba, diantaranya yakni Waode Ofi dan La Fariki harus mengungsi di rumah keluarga. “Air mengalir sampai di dalam rumah, jadi mereka harus mengungsi. Terkait bencana ini, Saya akan laporkan ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mubar, untuk mendapat penanganan,” Ungkapnya.

Menurutnya, sebagai upaya atau langkah penanggulangan bencana banjir khususnya di Desa Lakalamba, Kecamatan Sawergadi, harus ada kegiatan normalisasi Sungai Laano Boru dan Kali Lakalamba, termasuk pembuatan perbaikan drainase.

Kontributor : Ronas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY