	Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Muna Barat, Laode Andi Muna, S. Sos, M.Si, saat memberi sambutan acara sosialisasi ancaman radikalisme atau terorisme, oleh Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Sultra
 Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Muna Barat, Laode Andi Muna, S. Sos, M.Si, saat memberi sambutan acara sosialisasi ancaman radikalisme atau terorisme, oleh Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Sultra

Laworo,Koran Sultra – Mengantisipasi ancaman munculnya faham atau gerakan radikalisme atau terorisme, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), bagian Direktorat Intelijen Kemanan (Intelkam), bersama Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Muna Barat (Mubar) telah berinisiatif melakukan sosialisasi terhadap perwakilan para tokoh Pemuda dan tokoh Masyarakat, se Kabupaten Mubar, berlangsung di Balai Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah, Kamis (27/4), sekitar pukul 09.00 Wita.

Dalam sambutannya, dihadapan ratusan peserta, Dir. Intelkam Polda Sultra Kompol. Jumsan, mengemukakan bahwa pentingnya kegiatan sosialisasi tersebut, untuk memberi pemahaman ke Masyarakat, terkait ancaman munculnya faham atau gerakan radikalisme atau terorisme, termasuk penggalangan kelompok untuk kontra radikal dan deradikalisasi. “Radikalisme kelompok ISIS sudah menjadi perhatian dunia, terutama Indonesia. Ideologi dan mainset ISIS telah mengatasnamakan agama. Gerakan ISIS juga telah masuk di media untuk mempengaruhi Masyarakat. ISIS untuk propaganda,” Ujar Kompol Jumsan.

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi adanya gerakan dari kelompok ISIS dibutuhkan peran semua pihak, terutama para tokoh agama, tokoh Masyarakat, termasuk Pemuda. Sebelumnya, Polri atas bantuan TNI telah berhasil menangkap sejumlah anggota ISIS atau terorisme.

Sementara Kepala Kesbangpol Mubar, Laode Andi Muna, S. Sos, M.Si, mengatakan, pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Mubar, melalui Kesbangpol menolak keras munculnya faham radikalisme atau terorisme di wilayah Kabupaten Muna Barat. “Gerakan radikalisme atau terorisme telah menjadi permasalahan dunia termasuk di Bangsa ini. Untuk mengantisipasi hal itu, dibutuhkan keterlibatan semua pihak, tesmasuk memperkuat soliditas,” Kata Laode Andi Muna.

Menambahkan, sebagai upaya atau langkah antisipasi untuk mencegah atau mengatasi munculnya faham radikalisme atau terorisme, pihak Pemda Mubar melalui Kesbangpol telah berinisiatif membentuk lembaga adat. Dimana keberadaan lembaga adat tersebut dinilai penting, yakni untuk menjaga atau melestarikan nilai- nilai budaya atau kearifan local, termasuk mencegah munculnya faham radikalisme atau terorisme, khususnya di wilayah Mubar.
Senada dikemukakan Dr. Laode Wahab, M.Pd, bahwa kondisi nilai- nilai bangsa saat ini telah mengalami degradasi (luntur). Hal itu, diantaranya pengaruh muculnya faham atau gerakan kelompok radikal. Bahkah sejumlah aliran atau ideology kelompok radikal ingin meruntuhkan pancasila. “Peran semua pihak, terutama kalangan Pemuda sangat penting untuk melawan atau menolak munculnya faham radikalisme. Pancasila telah sesuai kerangka besar Al- Qur’an,” Ungkapnya.

Kontributor : Ronas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY