Tampak Gedung Lt. 2 SDN 1 Tonggoni selesai 2010 sampai sekarang belum ditempati. Foto : Hamdan
Tampak Gedung Lt. 2 SDN 1 Tonggoni selesai 2010 sampai sekarang belum ditempati. Foto : Hamdan

Kolaka, Koran Sultra-Sekolah merupakan salah satu sarana pendidikan yang akan mengangkat citra dan kualitas generasi muda anak bangsa dewasa ini.

Namun lain halnya dengan SDN 1 Tonggoni, salah satu gedung 2 lantai yang telah di bangun oleh CV. Yarnis pomalaa, oleh ketua komite, Rusdin Najamuddin, merasa kecewa akan pembangunan yang telah kelar tapi anggaran yang di harapkan hingga hari ini tidak kunjung cairnya. Ada apa?

Lanjut Rusdin, “Gedung tersebut tidak akan saya perkenankan untuk digunakan hingga ganti rugi anggaran yang sudah kami gelontorkan terbayarkan,” Ujarnya pada media koran sultra sabtu (18/3).

Hal senada di katakan juga Kepala Sekolah, “Saya sudah capek, bahasakan hal tersebut kepada pemda pada khususnya diknas terkait, agar anggarannya dirampungkan, namun sampai sekarang seolah hal tersebut di abaikan”. Ungkap Sri Damayanti

Dari keterangan Rusdin, dirinya pernah di audit team BPK tahun 2014 untuk menindaklanjuti hal tersebut ke pemda dalam hal ini Bupati Kolaka. Berdasarkan keterangan tertulis, Bupati Ahmad Safei bahwa, yang harus di bayar Pemda dengan rincian “total biaya yang telah digunakan Rp. 1.506.727.270 anggaran thn 2011 diluar pajak, sedang dana APBD Rp. 909.556.270 sisa Rp. 597.171.000.” Lampiran No. 017/K.SDN-TGN/IX/2011.

Karenanya, mantan anggota DPRD I Periode tersebut, Rusdin mengaku bahwa dirinya kerap bersurat ke DPRD Kab. Kolaka perihal kondisi gedung Lt. 2 SDN 1 Tonggoni, Kec. Pomalaa, No. 05/KSDN-TGN/VII/2015. Namun sampai hari ini belum ada tanggapan. Terangnya.

“Kami orang yang mau diatur, karena itu kami minta pihak terkait supaya memberikan solusi, kiranya masalah tersebut di selesaikan dengan baik”. Harapnya

Kontributor : Hamdan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY