Ilustrasi

Raha, Koran Sultra – Setelah hampir sebulan perkara penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi Brigadir AW yang berujung tewasnya seorang warga Tampo kecamatan Napabalano kabupaten Muna Laode Sihu (43) pada Jumat dinihari (16/6) akhirnya pada Senin, (10/7) motif kematian korban dapat diungkap ke publik oleh Penyidik Polres Muna.

Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Fitrayadi membeberkan peristiwa nahas itu terjadi.

Menurutnya, berdasarkan kronologis yang berhasil mereka ungkap, peristiwa itu terjadi disebabkan adanya dugaan pencurian BBM jenis solar di dalam kapal Fery KM Rubiah yang dilakukan oleh korban (Laode Sihu.Red) bersama seorang kerabatnya (namanya tidak disebut) yang notabene sebagai pemilik kapal pengangkut minyak solar.

“Waktu dia (Brigadir AW) piket, dia mendapatkan informasi kalau di kapal Fery itu, ada rencana pencurian solar pemakaian kapal Fery. Sehingga pada jam 3 dinihari (Jumat, 16/6. Red) itu, anggota kita ini datang kepelabuhan. Kemudian, karena kapal itu tertutup, (terhalang dermaga dan badan kapal Fery. Red), anggota ini (pelaku, Brigadir AW.Red) berusaha mendekat dan berdiri di ujung dermaga. Kemudian berteriak memberikan peringatan terhadap diduga pencuri itu (Korban Laode Sihu dan 1 orang rekannya.Red),” terang perwira Polri berpangkat dua balok dipundak ini.

Lanjut Fitrayadi menceritakan, diujung dermaga, pelaku Brigadir AW, melihat kapal kayu yang ukurannya dapat menampung enam drum BBM dengan dua orang awak kapal yang masih berada diatas kapal bodi batang. Kedua orang itu, sedang melakukan aktifitas pengisian BBM jenis Solar yang diambil dari kapal Fery KM Rubiah.

“Dia melihat ada dua orang dibawa. (Diatas perahu. Red). Kemudian ada pengisian yang diduga BBM dari atas kapal (Fery KM. Rubiah) ke drum yang ada di perahu (kapal korban. Red) itu. Kemudian anggota ini pertama melepaskan tembakan peringatan, tembakan peringatan kedua mengenai perahu dan terkenalah salah satunya,” ungkapnya

Dikesempatan itu juga, Fitrayadi mengatakan, berkas perkara penembakan oknum polisi ini sudah dirampungkan dan akan segera diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna. “Hari ini (Senin (10/7) berkas perkaranya dikirim ke Jaksa,” tandasnya.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY