Polres Kolut saat memperlihatkan barang bukti sitaan uang palsu yang diedar oleg lima orang tersangka asal Bone, Sulawesi Selatan, Senin (3/7/2017).Foto: Fyan

LASUSUA, KORAN SULTRA– Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kolaka Utara (Kolut) AKBP Juli Eko Prihartono, menetapkan lima tersangka pengedar Uang Palsu (Upal) di Kolut.

Setidaknya, Polisi menyebutkan Inisial tersangka pengedar Upal di Kolut yakni, AK (36), AR (47), SR (37), AD (40), dan RS (39). Kelima tersangka ini merupakan warga asal Kabupaten Bone, Sulawesi selatan (Sulsel), dan satu diantaranya merupakan oknum wartawan dari Sulsel.

“Kami sudah tetapkan tersangkanya ada lima orang, dan satu diantaranya merupakan anggota pers,” kata Juli Eko saat melakukan gelar perkara terhadap kasus peredaran Upal, Senin (3/7/2017).

Dalam Kasus peredaran Upal di yang dilakukan oleh tersangka Kata Eko, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa satu unit mobil merek Aila milik salah satu tersangka, beberapa handpone, dompet, kartu anggota pers dan beberapa pecahan mata uang palsu senilai kurang lebih RP 41 juta.

“Barang buktinya sudah kami amankan, dan selanjutnya kami akan melakukan pengembangan,“ katanya.

Kata Eko, Peredaran upal bermula, saat para tersangka dari sulsel hendak melakukan ziarah kerumah famili yang berada di kecamatan Wawo, Kolut. Setelah sampai di lasusua, para tersangka pun melakukan aksinya dengan cara membeli sesuatu dengan upal di sebuah kios yang berada di desa Watuliu, Kecamatan Lasusua, Kolut. Usai melakukan aksinya, para pelaku langsung menuju ke target berikutnya yakni di kecamatan wawo.

“Merasa curiga dengan uang yang diberikan pelaku, pemilik kios langsung melaporkan hal tersebut ke polisi,“ jelasnya.

Lima orang tersangka pengedar uang palsu di Kolut, Foto: Fyan

Setelah pengembangan kasus, pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Kebetulan kami punya pos yang berada di kecamatan Ranteangin, kami perintahkan untuk melakukan razia, dan alhasil kami merazia para tersangka dan mendapati Upal tersebut,“ ujarnya.

Untuk itu, kata Kapolres Kolut, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ke lima tersangka dikenakan UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, pasal 36 ayat 2 jo 3 jo pasal 26 ayat 2 dan 3 UU nomor 7 tahun 2011, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, dan untuk pasal 2 dan 3 maksimal 15 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 50 milyar.

“Kami akan terus dalami perkembangan kasusnya, siapa saja warga yang menjadi korban dari para tersangka dan tidak menutup kemungkinan masih ada jaringan pengedar Upal tersebut yang masih berkeliaran di wilayah kabupaten kolut ini,“ ketusnya.

Kontributor : Fyan
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY