Ilustrasi Net.

LAWORO, KORAN SULTRA– Pondok Pesantren Raudatul Jannah, yang berlokasi di Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara, butuh perhatian pemerintah.

Pasalnya, pondok Pesantren yang didirikan pada tahun 1996 itu kondisi fasilitasnya cukup terbatas. Termasuk Aula (Masjid) yang merupakan tempat beribadah bagi murid Pesantren (Santri) telah rusak.

“Ya, memang kondisi pondok Pesantren Kita (Raudatul Jannah, red) saat ini, butuh perhatian atau bantuan dari pihak Pemerintah. Sebab, sejumlah sarana atu fasilitas pendidikan di Pesantren belum tersedia. Yakni, Gedung atau ruang Perpustakaan, Unit Kegiatan Siswa (UKS), termasuk Lab. Bahasa Indonesia,” Ungkap Kepala Pondok Pesantren Raudatul Jannah, Alimudin, S.Ag, ketika berbincang dengan awak media ini, baru- baru ini.

Lanjut Ia mengatakan, selain keterbatasan sarana pembelajaran Siswa tersebut, Aula yang merupakan tempat beribadah bagi Siswa (Santri) telah mulai rusak.

“Termasuk Aula (tempat ibadah) Kita ini mestinya sudah dilakukan perbaikan (rehabilitas), namun belum ada dana atau biaya. Untuk pengembangan atau peningkatan kegiatan Pondok Pesantren ke depan. Kami berharap adanya perhatian atau bantuan oleh pihak Pemerintah,” Ucapnya.

Ia menambahkan, ditengah keterbatasan sarana- prasarana tersebut, namun pihak Pondok Pesantren tetap terus berupaya memberi pelayanan yang baik terhadap anak didik (Santri).

“Sebagian Siswa diasramakan. Mereka rutin belajar pengajian Kitab Kuning, termasuk baca tulis Qur’an, dan kegiatan agama lainnya. Harapannya, Kita (pihak Pondok Pesanteren, red) ingin mencetak (mengahasilkan) Santri yang memiliki dasar- dasar nilai Keimanan dan Ketakwaan yang kuat, yang dapat berguna bagi diri sendiri, Masyarakat, dan Bangsa,” terang Alimudin.

Kontributor : Ronas Parini
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY