TEMPAT PEMBUATAN BATU MERAH

Laworo, Koran Sultra – Meski masih menggunkan alat manual (tradisional), produksi atau usaha batu bata (batu merah) salah seorang warga Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Bardi mulai raup keuntungan. “Ya, Alhamdulillah hasil produksi usaha batu bata ini diminati Masyarakat. Penjualan (pemasaran) hasil produksi mulai lancar. Dalam seminggu bisa jual (pasarkan) hingga mencapai sekitar 10 Kubik,” Ucap Bardi saat berbincang dengan awak media ini, baru- baru ini.

Lebih lanjut Ia mengatakan, hasil produksi batu bata (batu merah) yang terbuat dari tanah liat tersebut, dipasarkan (dijual) ke Masyarakat dengan harga yang cukup terjangkau, yakni Rp. 550 per biji, atau 1 Kubik, yakni Rp. 550.000. “Dalam proses pembuatan (produksi) batu bata ini, memang masih lambat. Dimana, selain keterbatasan alat, yang masih menggunakan alat manual (tradisional). Juga di sini (lokasi pembuatan batu bata, red) cukup kesulitan sumber air, untuk digunakan sebagai pembuatan batu bata. Jadi nanti disaat hujan baru dapat menampung air,” Ungkapnya.

Ia menambahkan, agar produksi usaha batu bata tersebut mengalami perkermbangan, Ia berharap agar mendapat perhatian dari pihak Pemerintah untuk diberi bantuan.

KONTRIBUTOR : RONAS PARINI

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY