Raha, Koran Sultra – Pembangunan proyek jembatan yang dilaksanakan di Jl Gatot Subroto (Poros Raha-Tampo) menimbulkan banyak dampak negatif dan menuai protes bagi warga masyarakat.

Pasalnya terputusnya jalur transportasi Raha-Tampo, sehingga kendaraan roda empat yang akan melewati ruas jalan tersebut harus melewati jalan alternatif di Jl Pokadulu (Motewe-Pasar Panjang) atau jalan di samping Kodim Raha.

Alternatif tersebut tidak representatif untuk dilewati oleh kendaraan berbobot di atas 10 ton, sehingga jalan itu berubah dari jalan beraspal menjadi jalan licin dan berlumpur, karena sering dilewati oleh kendaraan yang melebihi kapasitas kekuatan jalan.

Rusaknya poros jalan Pokadulu ini berdampak pada pengguna jalan yang mulai tak nyaman melewati jalan tersebut. Menyikapi hal itu Komisi tiga DPRD Muna langsung memanggil kontraktor jembatan Pamanua, PT Gunung Raya Bulukumba dan Pemkab Muna, untuk melakukan rapat kerja mencari solusi atas dampak atas persoalan ini.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY