Kajari Muna, Badrut Tamam, SH. MH

Raha, Koran Sultra – Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna, kini tengah membidik kasus dugaan korupsi pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS) tahun 2015 yang menelan anggaran Rp 714 juta.

Kasus ini dinaikkan dari penyelidikan kepenyidikan, Bahkan Mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Muna Edwar Effendy sudah dilayangkan surat panggilan.

Kasus tersebut, naik status, bahkan pada hari Rabu ( 7/6) Kejari telah melayangkan surat panggilan,
juga memanggil bendahara pengeluaran Distamben La Asi. SPd.I.

” kita sudah layangkan surat panggilan, mereka kita periksa terkait dan kasus ini sudah naik ketingkat penyidikan,” kata Kasi Pidsus Kejari Muna I Dewa Gede Baskara Hayasa SH pada Rabu, (7/6/2017).

Ditempat terpisah Kajari Muna Badrut Tamam. SH. MH, ketika dikonfirmasi hal ini, membenarkannya.
” Indikasi dari proyek ini dilaporkan sudah 100 persen. Padahal barangnya tidak ada dan belum terpasang sama sekali. Pertanggungjawaban yang mereka buat sudah 100 persen. Ini uang negara ya, ada mekanismenya” tegas Kajari Muna.

Kajari Muna menambahkan terkait kerugiannya tengah diaudit oleh BPKP, ” Bagaimana bisa mereka buatkan pertanggungjawaban sudah 100 persen, sementara barangnya saat itu tidak ada. Sumber dana proyek ini dari DAK dan DAU tahun 2015. Kasus ini sudah naik kepenyidikan. Terkait kerugian negaranya, masih di audit oleh BPKP ” Ujar Pria yang akrab disapa pak BT ini.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY