Baubau, – Di tengah konstelasi bangsa akibat perkembangan globalisasi saat ini, dinilai perlu mengangkat nilai-nilai kearifan lokal. Dengan menjaga kearifan lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia, maka identitas kebangsaan dapat terus terpelihara.

Demikian hal yang dikemukakan dalam dialog kebangsaan kerjasama Pemerintah Kota Baubau dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) di Baruga Benteng Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Jumat (7/7/2017).

Dialog yang mengetengahkan topik “Merawat Kearifan Lokal Mengokohkan Identitas Keindonesiaan” ini dihadiri ratusan pejabat pemerintahan, tokoh agama, tokoh budaya, mahasiswa, dan masyarakat Kota Baubau.

Pemateri diantaranya Walikota Baubau AS Thamrin, Direktur Utama LPP RRI M Rohanuddin, dan budayawan Buton Hasidin Sadif. Adapun dialog kebangsaan ini mengudara secara langsung.

Walikota Baubau AS Thamrin menyatakan, kearifan lokal yang berlaku di Buton tidak hanya milik orang Buton. “Misalnya sikap saling menyayangi bagi Orang Buton. Itu juga berlaku universal,” paparnya.

Disisi lain, Walikota Baubau mengingatkan, jangan sampai fanatisme kedaerahan menjadi sekat persatuan dan kesatuan bangsa. “Untuk itu, kearifan lokal perlu dikemas dalam konteks keindonesiaan,” sebutnya.

Budayawan Buton Hasidin Sadif mengungkapkan, dalam falsafah Buton dikenal strategi pembangunan. “Korbankan hartamu demi kebaikan diri, korbankan hartamu untuk kebaikan SDM, dan korbankan kepentingan dirimu untuk kepentingan negara,” ujarnya.

Adapun Direktur Utama LPP RRI M Rohanuddin menyatakan, Indonesia memerlukan kearifan lokal agar kita memiliki identitas kebangsaan yang kuat. “Sebab itu, kearifan lokal sepatutnya tumbuh secara nasional,” ucapnya.

Lebih lanjut, menurutnya budaya itu bukan soal kesenian, tetapi terkait perilaku. “Kearifan lokal membangun kohesi bangsa. Gambarannya sebagaimana sapu lidi. Bila hanya sebatang, tak akan mampu membersihkan kotoran,” katanya.

Ilmaddin Husain : Aktivis LDII/KNPI
Melaporkan dari Baubau

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY