Warga desa Bungi, La Falisa dan La Ndolina, yang belum menginginkan adanya pemekaran Desa Bungi

Laworo, Koran Sultra – Rencana pemekaran Desa Bungi, Kecamatan Kontunaga, yang dirintis sejak tahun 2016 lalu, mendapat penolakan dari sejumlah warga setempat.

Hal ini, sebagaimana dikemukakan sejumlah warga Bungi, yang tidak meninginkan adanya pemekaran, yakni diantaranya, La Falisa (42), kepada Koran Sultra, Minggu (6/8). “Ya, saat ini Kami belum menginginkan adanya pemekaran. Hal itu, didukung atau merupakan kenginan sebagian besar warga (desa Bungi). Masi ingin sebagai warga desa Bungi. Sebab, Pemerintahan desa Bungi saat ini, dibawa Kepemimpinan Kepala Desa Laode Antarisa, S.Pd, Kami nilai baik. Dimana system pelayanan Pemerintah desa (Pemdes) terhadap Masyarakat sangat mudah (cepat). Termasuk system pengelolaan administrasi atau segala program pembangunan di desa berlangsung secara transparan, atas keingininan (kehendak) Masyarakat,” Ungkapnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, sejumlah warg masih menginginkan gabung dengan desa Induk (Desa Bungi), Pasalnya, di Desa persiapan (baru) Taweghu belum adanya, yakni Pegawai Sara, termasuk tokoh Agama maupun Adat.

Ia menilai, saat ini Pemdes Bungi tengah terus berupaya melakukan kegiatan atau program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan Masyarakat.

Kontributor : Ronas
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY