Dandim 1416 Muna Letkol Arh Hendra Gunawan. SE. Dan AKBP Yudith.S.Hanata Sik.Kapolres Muna Memangil dua kubu Rumah Kita dan Dokpil  menjadi perwakilan, Foto : Bensar
Dandim 1416 Muna Letkol Arh Hendra Gunawan. SE. Dan AKBP Yudith.S.Hanata Sik.Kapolres Muna Memangil dua kubu Rumah Kita dan Dokpil menjadi perwakilan, Foto : Bensar

Raha, Koran Sultra – Pemungutan suara ulang (PSU) jilid II di satu TPS di Kabupaten Muna, berlangsung ricuh di TPS 4 Kelurahan Wamponiki.
Keributan itu dipicu oleh protes warga yang tidak dapat menyalurkan hak pilihnya di TPS 4 Wamponiki karena dibatalkan oleh satu anggota KPU Muna.

Proses pemungutan suara ulang (PSU) untuk kedua kalinya di TPS 4 Kelurahan Wamponiki, dandim 1416 pukul masa untuk mundur Minggu (19/06) berlangsung ricuh.

Salah seorang anggota KPU Muna, Muhammad Andang Jaya dievakuasi oleh petugas TNI dan kepolisian setempat.

Kericuhan terjadi ketika puluhan warga yang tidak dapat menyalurkan hak pilihnya melakukan aksi protes terhadap anggota KPU Muna yang berada di lokasi pemungutan suara di TPS 4 Wamponiki.
Warga menilai, keberadaan anggota KPU Muna di tempat itu dianggap mengintervensi pemilih. Sebab, warga yang terdaftar sebagai pemilih dan dibuktikan dengan identitas domisili dibatalkan hak politiknya oleh anggota KPU tersebut.

“Karena yang bertugas dalam proses PSU di TPS adalah anggota KPPS yang sudah dilantik. Sesuai kesepakatan semalam di KPU, warga yang masuk DPT dan memiliki identitas setempat berhak memilih,” kata Rahim, salah satu simpatisan pasangan calon di depan TPS 4 Wamponiki yang bertempat di Sarana Olah Raga (SOR) Laode Pandu.

Massa yang tidak terima, berteriak dan mencoba masuk ke lokasi pemungutan suara untuk menggeluarkan anggota KPU tersebut. Karena dihalangi oleh aparat kepolisian dan TNI yang bertugas, kericuhan pun tak terhindarkan.

Polisi yang bertugas juga sempat mengeluarkan tembakan peringatan untuk mengurai massa. Namun massa semakin tak terkendalikan. Bahkan, salah seorang yang diduga provokator dari simpatisan kelompok lain dikejar oleh simpatisan yang protes tersebut.

Massa bisa ditenangkan ketika Kapolres Muna AKBP Yudhit Satria serta Dandim Muna Letkol ARH Hendra Gunawan tiba di lokasi. Kemudian komisioner KPU Muna, Laode Muh Andang jaya bisa dievakuasi dengan kawalan anggota TNI dan Polri untuk keluar lokasi.

Anehnya lagi masa dua kubu saling berhadapan dihalaman SOR dr.Baharuddin-La Pili (Dokpil)dan pendukung Rusman Emba-Malik Ditu (Rumah Kita)Dandim 1416 Muna Letkol Arh Hendra Gunawan. SE.berhasil memukul mundur masa.

“mundur,dengan hitungan sampai lima,”ujar Dandim
Isiden yang terjadi Dandim memangil dua kubu untuk mewakili kubu masing masing dan menyepakati mengatur masanya.

“jadi tidak ada alasan lagi,kalau ada masalah maka perwakilan inilah yang saya ambil karena sudah disepakati.jangan cedrai demorasi,”tegas,masa tersebut atur jarak.

Kontributor : Bensar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY