Raha, Koran Sultra – Rotasi Jabatan di Lingkup RSUD Kabupaten Muna baru baru ini menuai sorotan, sebanyak enam belas orang pegawai rolling jabatan hingga adapula yang di Non Job.

Dalam pergeseran jabatan tentunya pro dan kontra atas keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat merupakan dinamikan yang kerap terlihat.

Mutasi yang terjadi di Lingkup RSUD Muna kali ini tidak hanya dialami oleh sejumlah PNS namun juga dirasakan oleh sejumlah tenaga Honorer.

Salah satu diantara PNS yang terkena rotasi jabatan ini adalah Kepala UGD RSUD Muna yang kini menjadi staff di kantornya, Ernawati A.Mk dari jabatan tugas lama sebagai kepala ruangan UGD dinonjob menjadi staf bidang pelayanan

“aneh apabila rotasi yang terjadi beberapa saat lalu disebut penyegaran. Masa dari kepala UGD dijadikan staf ( non job) dibilang penyegaran. Tanpa ada teguran, minimal kita dipanggil, tiba tiba langsung keluar SK, ” protesnya.

Lanjut Erna mengatakan ada 16 orang PNS dan 11 orang tenaga honorer baik bidan, tenaga keperawatan, yang telah dimutasi Dirut RSUD Raha. Mereka mensinyalir, rotasi dan mutasi ini telah lama direncanakan.
Dirut RSUD Raha, Tutut Purwanto saat dikonfirmasi terkait hal ini menjelaskan, rotasi dan mutasi dilakukan semata-mata untuk penyegaran dan mencari formula, guna meningkatkan mutu pelayanan medis di rumah sakit. Dia menuturkan, rotasi lingkup rumah sakit plat merah ini, dilakukan secara berkala setiap tiga sampai empat bulan sekali.

.
Tutut juga menghalau kabar, rotasi dikaitkan dengan momen pilkada Muna. Dia mengaku tidak mengintervensi kepada pegawai RSUD untuk mendukung salah satu paslon di Pilkada.

“Tidak ada intervensi disini, cuma kebetulan moment pilkada jadi digiring kesana isunya, “katanya.
Lebih lanjutnya SK rotasi kemarin tidak permanen. Bulan depan lanjutnya, rotasi yang sama bakal dilakukan lagi.

Kontributor : Bensar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY