Kajari Muna, Badrut Tamam, SH. MH
Kajari Muna, Badrut Tamam, SH. MH

Raha, Koran Sultra – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Muna, La Palaka akhirnya menjadi tahanan kota.

Status tahanan kota yang kini disandang oleh La Palaka masih dibilang lebih beruntung karena tidak perlu menghirup udara pengap di Rutan Kelas II B Raha seperti tahanan lainnya. Pasalnya Kejari Muna mengabulkan permohoan kuasa hukum tersangka agar klienya menjadi tahanan kota,karena sakit prostat.

Meskipun bersatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi ADD tahun 2015 dengan kerugian negara berdasarkan hasil audit BPKP Sultra senilai Rp 1.230.000.000, tersangka saat ini masuk Pada tahap 2 ( penyerahan barang bukti dan tersangka red) dari jaksa penyidik La Ode Abdul Soyfan SH MH ke JPU Yosepus Ary S.SH, Kamis (6/4).

” Iya La Palaka tetap menjadi tahanan kota, karena yang bersangkutan sakit. Medical recordnya juga ada. Selain dua orang tersangka JPU juga menerima barang bukti uang sejumlah Rp 650.500.500 dari 123 kades,” kata Badrut Tamam. SH. MH. Kajari Muna.

Jumlah ini lebih kecil dari hasil audit BPKP Sultra yang menyebutkan kerugian negara dalam kasus ini senilai Rp 1.230.000.000 atau total lost. Terkait hal ini Kajari Muna cuma tersenyum.

“Nanti kita tunggu dulu putusan di Pengadilan Tipikor. Baru kita tentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap uang sekitar Rp 600 jutaan itu,” pungkasnya.

Dia juga mengatakan saat ini Kejari Muna sudah membuat tuntutan atas kasus La Palaka dan Nazaruddin, untuk dilimpahkan dan segera disidangkan ke Pengadilan Tipikor Kendari.

” Kasus ini kita percepat untuk dilimpahkan ke Tipikor agar cepat disidangkan. Demikian juga dengan tersangka Nazaruddin, tuntutannya sedang kita susun untuk dilimpahkan ke Tipikor Kendari. Nazaruddin tetap kita tahan di Rutan kelas II B Raha. Tersangka Nazaruddin tidak membawa kuasa hukumnya tadi. Maka saya tunjuk kuasa hukumnya,” jelasnya.

Kontributor : Bensar
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY