Wakil Bupati Konsel Arsalim, saat menyerahkan bantuan pada salah satu keluarga tidak mampu di Konsel Dok: Humas

ANDOOLO, KORANSULTRA.COM – Wakil Bupati (Wabup) Konawe Selatan (Konsel), Arsalim Arifin, menyalurkan bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Wolasi kemarin, Rabu (30/8). Ada ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan tersebut. Diharapkan, bantuan bisa bermanfaat bagi masyarakat, utamanya dibidang pendidikan.

Dalam sambutannya, Wabup Arsalim Arifin, mengingatkan mamfaat utama adanya PKH yaitu, sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat dibidang pendidikan anak, serta kesejahteraan dalam meraih keluarga sehat dan sejahtera.

“Ini program pemerintah pusat. Yang dilakukan pendataan pada tahun 2011 lalu. Bagi yang belum menerima, saya harap untuk bersabar, karena nanti akan diadakan pendataan ulang,” ungkap Arsalim.

Tahun 2018 yang akan datang kata Wabub, penerima PKH bakal bertambah dari 8.614 KPM menjadi 23.614 KPM. Tidak hanya itu, tetapi masih banyak lagi bantuan dari Kementrian Sosial yang bakal diturunkan untuk masyarakat Konsel.

Adapun kriteria penerima bantuan PKH ini, kata Arsalim, harus masuk dalam 14 kategori yang salah satunya, penghsilan kepala keluarga dibawah Rp600 ribu, per bulanya, dan anaknya putus sekolah.Sebab, bantuan tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan terhadap anak yang putus sekolah akibat faktor ekonomi.

Arsalim menambahkan, saat ini pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Konsel, juga tengah membentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang pendidikan.

“Isi Perdanya itu, apabila ada orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya, warga tersebut bakal diberikan sanksi sosial oleh pemerintah,” jelasnya.

Kata Arsalim, harapan pemda kedepan, Konsel bebas dari anak putus sekolah. Biar bisa menjadi penerus yang memiliki Ilmu dan skill serta berintegritas dan berguna buat masa depan daerahnya maupun bangsa indonesia, sesuai visi kami menciptakan masyarakat yang rukun, sejahtera dengan harapan mewujudkan “Desa Maju Konsel Hebat,” tuturnya.

Ditambahkanya, pemimpin Nasional seperti mantan presiden Soekarno dan SBY juga dulu orang tuanya tidak mampuh begitupun kami semua, tapi kami diberikan motivasi untuk sekolah oleh orang tua, sehingga bisa menjadi orang yang berguna seperti saat ini, karena tdk ada harta yang sangat bernilai didunia ini kecuali pendidikan dengan sekolah kita keluar dari kemiskinan.

Sementara itu Kadis Sosial Jeni, mengatakan, penerima bantuan PKH kali ini adalah ibu hamil dan para anak sekolah yang Kepala Keluarganya memiliki KTP elektronik dan Kartu Keluarga yang Valid, selain itu juga ada program lanjutan dari PKH yang namanya KUBE (kelompok usaha bersama) untuk mereka yang sudah memiliki usaha dan ingin mengembangkannya, tapi kuotanya terbatas hanya sebanyak 300 KK untuk keluarga yang tidak mampu, serta bantuan perumahan dari Kementrian sosial.

Kontributor : Kasran
Desain Terbaru

LEAVE A REPLY